NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Reportase

Pihak Keluarga Setuju: Pencarian Korban Banjir Bandang di Bunta Dihentikan

Kamis, 08 /06/ 2017 21:47:11 6675 Pembaca  

Evakuasi satu mobil jenis avanza bernopol DN 415 CB, kamis (8/6). (Foto: Transsulawesi/Zul)
Evakuasi satu mobil jenis avanza bernopol DN 415 CB, kamis (8/6). (Foto: Transsulawesi/Zul)

Transsulawesi.com, Bunta -- Koordinator Tim Evakuasi, Ismed Wardana mengumumkan bahwa pencarian korban banjir bandang di Kecamatan Bunta di hentikan. Menurut Ismed, yang merupakan Camat Bunta, penghentian tersebut dilakukan setelah Tim Evakuasi melakukan pencarian dihari keempat di Desa Huhak, Kecamatan Bunta, Rabu (7/6/2017), namun tidak menuai hasil.

Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno juga membenarkan bahwa pengentian pencarian dikarenakan pertimbangan keselamatan penyelam. Mengingat tim evakuasi sudah mencari hingga ke radius 6 kilometer, dan kedalaman 60 meter.

Sejauh ini, tim gabungan hanya menemukan satu korban yang diidentifikasi bernama Suharman Patompoh alias Amang (35) yang merupakan Bendahara Desa Biga, Kecamatan Walea Besar, Kabupaten Tojo Una-una.

Korban ditemukan mengapung dari jarak 100 meter dari bibir pantai. Selain itu, tim evakuasi juga menemukan bangkai mobil Toyota Avansa bernomor polisi DN 415 CB. “Mobil ditemukan di kedalamamn 50 meter,” tutur Kapolsek kepada awak media, Kamis (8/6/2017).

Penghentian pencarian korban banjir bandang juga berdasar atas persetujuan pihak keluarga korban hilang. Keluarga korban yang menandatangai persetujuan dua keluarga pihak korban yakni korban Abidin T kusang, yang diwakili oleh Masriyah selaku istri korban, dan  istri Ardiansyah Mang, yakni Dayani Mang.

Hingga saat ini, kedua korban yang hilang pada banjir bandang didesa Huhak belum ditemukan oleh Tim Gabungan.

(Mhr/SY/Zul)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan