NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Publika

Beruntun Plat Merah Rusak Karena Laka Lantas

Kamis, 08 /06/ 2017 03:38:57 7365 Pembaca  

Mobil yang menabrak saat itu langsung kehilangan kendali dan kembali menghantam pagar rumah warga / FOTO: Ist
Mobil yang menabrak saat itu langsung kehilangan kendali dan kembali menghantam pagar rumah warga / FOTO: Ist

Transsulawesi.COM, Banggai -- Dua hari berturut-turut terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil plat merah Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah menjadi perhatian publik. Kecelakaan pertama pada Senin (5/6/17) sekitar pukul 12.30 Wita di Kelurahan Mendono Kecamatan Kintom.

BACA : Pemda Benarkan Mobil Bupati Banggai DN 1 C Tabrak Warga Hingga Tewas

Insiden yang merenggut satu korban jiwa dan luka melibatkan mobil dinas Bupati Banggai Herwin Yatim dengan Nomor Polisi DN 1 C, kondisi mobil di perparah usai menabrak pemotor selanjutnya menyeruduk pagar rumah. Pemotor atasa nama Doli (46) dinyatakan meninggal ditempat setelah terseret mobil DN 1 C sejauh 40 meter. Menurut warga kecepatan mobil milik bupati banggai tersebut melaju hingga kecepatan 100km/jam atau lebih.

Sehari berikutnya, Selasa (6/6) sekitar pukul 06.30 kecelakaan mobil masih plat merah DN 1505 terjadi di ruas jalan Singkoyo Kecamatan Toili. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini namun kondisi mobil rusak bagian depan setelah menghantam tiang listrik.
Peristiwa ini membuat warga sekitar kaget, lantaran suara derit ban dan tumbukan terdengar kuat.

Rentetan kejadian lakalantas yang melibatkan mobil pemerintah ini, membuat sejumlah warga beranggapan ada ketidak hati hatian pengemudinya.

"Mentang mentang plat merah mereka sesukanya laju dijalan umum," ujar Salmah (38) warga singkoyo.

Harusnya kata Salmah mereka bisa menjadi contoh pengguna jalan yang baik. "Syukurlah tidak ada korban seperti yang di Mendono," imbuh dia.

BACA : Konvoi Mobil Bupati Banggai Tabrak Ibu dan Anak

Mobil plat merah yang menabrak tiang listrik jadi tontonan warga, di jalan trans desa Singkoyo, Selasa(6/6)/ FOTO: Luwuk Post

Ungkapan senada pula dilontarkan Ato (28) sopir mobil kanvas yang rutin membawa sparepart kenderaan ke sejumlah usaha bengkel warga, kata dia, laju kenderaan berplat merah sudah sering dilihatnya.

"Apalagi kalau konvoi, minta ampun lajunya, padahal cuma peletakan batu pertama (acara seremonial)," ujarnya.

Setidaknya dengan kejadian beruntun yang melibatkan plat merah, keduanya mengingatkan para pengguna mobil negara harus lebih hati hati.

"Selain bisa tabrak orang, kasihan (mobil) itu uang rakyat, Rugi dong bayar pajak kalau kenderaannya tidak dijaga," kata Ato.

(Irfan)
 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan