NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Hunduhon Mencekam, Warga Blokir Jalan dan Minta Kades Dibebaskan

Selasa, 23 /05/ 2017 01:53:09 15638 Pembaca  

Massa melakukan aksi bakan ban membuat halang rintang dijalan utama yang menghubungkan ibu kota Luwuk menuju Masama, Lamala, Mantoh, dan Balantak atau wilayah kepala burung. (FOTO: Ist)
Massa melakukan aksi bakan ban membuat halang rintang dijalan utama yang menghubungkan ibu kota Luwuk menuju Masama, Lamala, Mantoh, dan Balantak atau wilayah kepala burung. (FOTO: Ist)

Transsulawesi.Com, LUWUK -- Warga Desa Hunduhon Kecamatan Luwuk Timur Banggai Sulawesi Tengah mengamuk sambil memblokade ruas jalan lintas kecamatan yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan 6 kecamatan lainnya yang terletak di wilayah kepala burung.

Aksi itu dilakukan warga setelah kepala desa meraka, Nasrun Bungalim ditahan aparat kepolisian dengan dugaan menggunakan surat keterangan palsu (Lulus sekolah dasar). Penahanan kepada bersangkutan dilakukan siang tadi. Senin, 22 Mei 2017.

Dari informasi yang dihimpun Transsulawesi.com, Nasrun Bungalim ditahan setelah pihak kepolisian mengajukan kasusnya ke tahap II dan kemudian menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Luwuk.

Akibat itu massa pendukung Nasrun tidak terima, dan merekapun langsung melakukan aksi blokade jalan sejak pukul 19.00 Wita, dan kini masih berlangsung (Pukul.02.00 Wita).

Setidaknya dua titik dari gerbang desa dan batas desa sebelah, sudah diberi halang rintang berupa kayu dan bakar ban.

“Konsentrasi massa masih ada, dan aparat dari Polsek masih bersiaga. Belum ada tanda tanda massa membubarkan diri” kata Hasan Baswan M Dg Masiki, S.STP. Camat Luwuk Timur.

Massa pendukung yang tidak mengizinkan kenderaan melintas, membuat sejumlah kenderaan roda dua nekat menerobos jalan alternative, yakni  melalui perkebunan kelapa warga.

FOTO: Aktivis Larra meminta kepada Bupati Banggai untuk belum melantik Kades Hunduhon terpilih. Alasannya kasus dugaan ijazah palsu masih dalam proses hukum. Koordinator Larra Ancu saat memberi pendapat pada rapat dengar pendapat di kantor DPRD Banggai, beberapa waktu lalu. (Luwuk Post / JPNN Group)

Kasus Nasrun Bungalim

Kasus ini mencuat setelah Nasrun Bungalim lolos pada pemilihan kepala desa serentak, November 2016 lalu, dimana sejumlah pendukung calon kades yang kalah langsung bereaksi dan mengungkit status kelulusan Nasrun yang dianggap tidak jelas.

Nasrun yang memiliki ijazah SLTA itu sendiri dituding berhasil melanjutkan pendidikan sekolah menengah pertama, dengan hanya mengantongi surat keterangan lulus dari sekolah dasar, dan bukan Ijazah SD sebagaimana mestinya.

Sehingga pihak lawan menilai, kemenangan Nasrun telah mencederai proses demokrasi, dan perlu untuk ditindak lanjuti.

Hanya beberapa hari kemudian, pihak yang tidak merasa puas langsung bergabung dengan membentuk Forum Masyarakat Menggugat Pilkades (FMMP).

Lewat pernyataan sikap tertanggal 6 September 2016, FMMP menegaskan, Nasrun Bungalim, calon kepala desa Hunduhon  secara administratif dinyatakan gugur oleh sejumlah masyarakat dengan mengacu pada Perbup Nomor 16 Tahun 2016, lampiran I point 4 Tentang kelengkapan persyaratan administrasi.

Selain itu lebih gamblang FMMP meminta pihak penegak hukum agar segera memproses Nasrun dengan alasan surat keterangan pengganti  Ijazah/STTB telah dicabut oleh Kepala SDN 2 Balantak, H Askarim Asamin S.Pd.

Pencabutan itu sendiri dilakukan lantaran nama yang bersangkutan, dinyatakan tidak terdaftar dalam buku induk SDN 2 Balantak.

Patut di sesalkan, majunya Nasrun Bungalim pada bursa Pilkades terkesan dipaksakan, sebab menurut pernyataan warga, sudah ada upaya pengaduan atas masalah itu kepada panitia penyelenggara Pilkades dan BPD desa serta pihak kecamatan.

Bahkan setelah dilantik Bupati Banggai, kasus ini lebih tersulut setelah keluarnya surat rekomendasi oleh DPRD Kabupaten Banggai tertanggal 4 November 2016 dan 17 November 2016 kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) yang intinya memintakan agar Nasrun Bungalim dibatalkan sebagai calon kepala desa dan penundaan atas pelaksanaan pelantikan kepala desa Hunduhon. (SAM/SF)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan