NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

EKONOMI

Pasar Murah Bisa Tekan Inflasi Jelang Puasa

Sabtu, 20 /05/ 2017 10:48:58 8643 Pembaca  

(Foto: Balitoday)
(Foto: Balitoday)

Transsulawesi.com, Palu – Menjelang puasa dan Idul Fitri kenaikan harga bahan pangan menjadi masalah yang hampir terus berulang. Hal tersebut, menjadi perhatian oleh pemerintah untuk menekan inflasi mengendalikan kenaikan harga.

Pemprov Sulawesi Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng berupaya untuk menekan inflansi pada bulan Mei 2017 dengan melakukan berbagai langkah antisipasi pengendalian harga kebutuhan pokok yakni dengan melaksanakan pasar murah menjelang puasa dan Lebaran.

"Kami akan menggelar pasar murah dua hari, 23-24 Mei 2017 di Palu," Kata Kadis Disperindag Provinsi Sulteng, Abubakar Alamahdali di Palu.

Abubakar juga mengatakan telah meminta kepada dua BUMN di Sulteng yakni Perum Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk ikut membantu menstabilkan dan mengendalikan stok serta harga kebutuhan pokok di daerah ini, mengingat menjelang puasa dan lebaran terjadi peningkatan permintaan.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan inflasi pada bulan Mei hingga Juni 2017 mendatang selalu terjadi akibat kenaikan harga di bulan puasa dan lebaran, karena permintaan bahan makanan sangat tinggi.

"Upaya pengendalian harga bahan makanan menjelang periode puasa dan lebaran bisa mempengaruhi laju inflasi Mei serta Juni 2017," kata Suhariyanto.

Pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian, Darmin Nasution, telah melakukan rapat terkait inflasi harga bahan pokok jelang puasa. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN Rini Soemarno telah melakukan rapat terkait dengan stabilisasi harga dan stok pangan di bulan Ramadan dan Lebaran.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, selain masalah harga dan pasokan pangan, rapat tertutup tersebut juga membahas pengendalian inflasi yang terkait dengan kebutuhan bahan pangan pokok.

"Bahas harga-harga, kemudian inflasi," ucap Enggar.

(Irfan)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan