NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Publika

Waspadai Beberapa Penyakit Saat Musim Hujan

Kamis, 18 /05/ 2017 13:46:36 3290 Pembaca  

(Ilustrasi: Tribunnews)
(Ilustrasi: Tribunnews)

Transsulawesi.com, Banggai -- Belakangan ini curah hujan cukup tinggi di sejumlah wilayah di Kabupaten Banggai. Perubahan cuaca tersebut bisa berdampak pada kesehatan manusia. Musim hujan dan terjadinya banjir membuat bakteri mudah berkembang biak dan menyebar. 

Menurut internis, Dr. Irsyal Rusad, Sp PD, MH, ada beberapa penyakit yang patut diwaspadai saat musim hujan. Kelima penyakit menyerang siapa saja tanpa memandang seseorang.

Berikut ini beberapa penyakit yang kerap menyerang di musim hujan:

Diare
Diare merupakan penyakit di mana feses menjadi lebih cair. Frekuensi buang air besar pun menjadi lebih sering dalam sehari. Diare rentan terjadi pada musim hujan akibat kontaminasi bakteri pada makanan dan air minum.

Diare harus segera ditangani agar tidak menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak. Rajin mencuci tangan sebelum makan dan konsumsi air bersih merupakan salah satu cara mencegah diare.

Leptospirosis
Kasus leptospisoris lebih sering muncul saat terjadi banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira yang berasal dari kotoran dan kencing tikus. Nah, bakteri itu dapat menginfeksi manusia melalui kulit yang luka, mata, dan mulut.

Penyakit kulit
Lingkungan yang tidak bersih akibat pertumbuhan bakteri saat musim hujan bisa menimbulkan penyakit kulit. Kulit yang diserang oleh bakteri bisa terasa gatal dan muncul ruam kemerahan. Penyakit kulit ini juga rentan terjadi saat banjir.

Demam berdarah
Kasus demam berdarah selalu meningkat pada musim hujan. Musim hujan membuat banyak genangan air yang menjadi sarang berkembangbiaknya jentik nyamuk Aedes aegypti. Jangan lupa untuk menutup atau menguras wadah-wadah di sekitar rumah yang berisi air.

ISPA
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat/ mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dan lain-lain. Untuk menangani penyakit ini, masyarakat diimbau untuk istirahat, pengobatan simtomatis sesuai gejala, mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan.

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan