NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Publika

Nasib Terkini Anak Korban Gusuran Tanjung

Kamis, 11 /05/ 2017 00:10:03 8855 Pembaca  

Para bocah korban penggusuran bermain ditengah reruntuhan rumah mereka (FOTO:Ist)
Para bocah korban penggusuran bermain ditengah reruntuhan rumah mereka (FOTO:Ist)

Transsulawesi.Com, Luwuk -- Jelaga sisa pembongkaran bangunan menyesakkan bagian depan Pelabuhan bongkar muat kontainer Luwuk, Rabu (10/5/2017) sore. Namun, 3 anak SDN 5 Karaton, Rama (9), Farhan (8) dan Azizah (8) tertawa lebar sambil mendengar lelucon, Arfa Maulana (11) kelas 2 SMP di Negeri II.

Sudah sepekan mereka bertahan di posko pengungsian pasca penggusuran, Rabu 3 Mei 2017. Mereka ikut dengan orang tua untuk menginap di Masjid yang berada di pelataran pelabuhan.

“Tidak ada rumah lagi om, papa dan mama tinggal disini (Posko),” kata Rama kepada Transsulawesi.com.

Sebenarnya, bertahan di posko adalah hal yang sulit bagi anak anak korban penggusuran. Sebab mereka tidur hanya beralaskan terpal dan hanya makan mie instan setiap hari.

Sekaligus, kekhawatiran selalu menghinggapi pikiran mereka karena khawatir akan nasib keluarga setelah rumah mereka diruntuhkan dengan Eksavator.

"Ibu saya punya kios (warung kelontong), tetapi sekarang tidak jualan lagi, jadi tidak ada lagi uang jajan" kata Rama.

Namun, di tengah kegundahan orangtua mereka, anak anak ini atas inisiatif sendiri mencari kesibukan mereka agar tidak menampakan kesedihan.

"Harus cerita lucu, supaya tidak terlalu sedih, dan orang tua bisa sedikit senang" ujar Arfa Maulana. (SF/Sam)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan