NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Advertorial

Stasiun Karantina Luwuk Lepas Lobster Bertelur dan Undersize

Selasa, 09 /05/ 2017 13:49:32 21241 Pembaca  

Ir. Teguh Samudro, M.P dalam kegiatan pelepasan lobster (Panulirus spp) bertelur dan under size. Lobster yang dilepas merupakan sitaan dari beberapa jenis lobster yang sering dilalulintaskan keluar dari wilayah Luwuk Banggai untuk tujuan daerah domestik seperti Surabaya dan Jakarta (FOTO: Ab)
Ir. Teguh Samudro, M.P dalam kegiatan pelepasan lobster (Panulirus spp) bertelur dan under size. Lobster yang dilepas merupakan sitaan dari beberapa jenis lobster yang sering dilalulintaskan keluar dari wilayah Luwuk Banggai untuk tujuan daerah domestik seperti Surabaya dan Jakarta (FOTO: Ab)

Transsulawesi.Com, Banggai -- Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Luwuk Banggai dan POS Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Luwuk melaksanakan kegiatan pelepasan lobster bertelur dan under size di perairan Kilometer 5 Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Selasa (09/05/2017).

Hadir pada pelepasan Lobster tersebut. Kepala Pusat Standarisasi Sistem dan Kepatuhan (SSK) Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keaman Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir. Teguh Samudro, M.P mengatakan kegiatan ini merupakan aktualisasi dari 3 Pilar utama yang dicanangkan KKP.

“ Yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahhteraan, Nah pelepasan lobster bertelur merupakan aktualisasi dari kebijakan terkait dengan keberlanjutan,” ujar Teguh.

Diketahui pelepasan 22 ekor lobster (Panulirus spp) ini dimulakan dari hasil sitaan dari pengawasan bersama antara Stasiun KIPM Kelas II Luwuk Banggai dan Pos PSDKP Luwuk di beberapa farm Unit Usaha Pembudidaya Ikan (UUPI) beberapa waktu lalu.

Sehingga pengawasan pada usaha tangkapan jenis lobster khususnya di Banggai diharapkan dapat membangun kesadaran para pelaku usaha atau nelayan.

“Kita harapkan dalam penangkapan lobster itu tidak membabibuta tapi dengan memperhatikan keberlanjutan usaha itu sendiri, jadi ukuran yang masih produktif dan masih berkembang jangan ditangkap dulu,” imbuhnya.

Teguh juga menambahkan, sebaiknya para nelayan yang secara tidak sengaja mendapat tangkapan yang belum masuk pada ketentuan yang ditetapkan pemerintah sebaiknya dilepas kembali.

“Kemudian Lobster yang masih bertelur yang kira kira masih menghasilkan anakan, yang nantinya punya prospek untuk menghasikan lobster yang lebih besar lagi diharapkan dilepaskan.” Tandasnya. (SF/Ab)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan