NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Fokus

Menolak Tutup Mata Atas Kondisi Warga Tanjung

Jum'at, 05 /05/ 2017 21:35:52 13636 Pembaca  

Penggalangan dana dalam aksi kepedulian terhadap korban penggusuran warga tanjung, Kelurahan Karaton, Kabupaten Banggai terus mengalir dari sejumlah organisasi di kota luwuk. Sejumlah organisasi menolak diam atas kondisi warga tanjung dimana saat ini kehilangan tempat tinggal mereka.
Penggalangan dana dalam aksi kepedulian terhadap korban penggusuran warga tanjung, Kelurahan Karaton, Kabupaten Banggai terus mengalir dari sejumlah organisasi di kota luwuk. Sejumlah organisasi menolak diam atas kondisi warga tanjung dimana saat ini kehilangan tempat tinggal mereka.

Transsulawesi.com, Banggai – Penggalangan dana dalam aksi kepedulian terhadap korban penggusuran warga tanjung, Kelurahan Karaton, Kabupaten Banggai terus mengalir dari sejumlah organisasi di kota luwuk. Sejumlah organisasi menolak diam atas kondisi warga tanjung dimana saat ini kehilangan tempat tinggal mereka.

Aksi donasi untuk korban penggusuran di kawasan Tanjung, dilakukan di Tugu Adipura, Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Jumat, (5/5/2017). Aksi yang dimotori oleh “Komunitas Satu Teras” di Kota Luwuk ini, merupakan panggilan kemanusian.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Luwuk yang turun dalam aksi, menyuarakan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Banggai tidak sepatutnya diam dalam peristiwa kemanusian saat ini yang terjadi ditanjung. HMI juga menyesalkan sikap Pemda Banggai yang tutup mata atas ribuan warga tanjung yang kini tak punya tempat tinggal. Begitu juga anak anak sekolah yang terganggu proses belajar mengajarnya akibat penggusuran di Kawasan Tanjung.

Sementara itu, Kiki,  bertindak sebagai koordinator Lingkar Gerakan Rakyat (LARRA) Banggai, mengatakan bahwa Pemda Banggai gagal untuk kesekiankalinya mengenai perlindungan dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Banggai.

“Sekarang warga tanjung sudah digusur, terlepas persoalan hukum, seharusnya pemda banggai memperhatikan warga tanjung karena menyangkut panggilan kemanusian”. Ujarnya.

Baca Juga : Aksi Penggalangan Dana Untuk Warga Tanjung

Muttaqin Suling, ketua DPD partai Berkarya yang ikut turun dalam aksi mengatakan bahwa dirinya turut prihatin atas penggusuran warga di kawasan tanjung. Sebagai pengurus partai besutan Hutomo Mandala Putra ini, Muttaqin merasa sedih dengan kondisi warga tanjung, ia pun ikut turun karena merasa terpanggil.

“Jujur saya terpanggil, ini bukan persoalan hukum, ini kemanusian loh. Saya terpanggil untuk membantu dan menyuarakan apa kondisi mereka saat ini”. Paparnya.

Aksi yang dilakukan selama dua jam ini berhasil mengumpulkan dana dari warga yang peduli sebesar Rp 2.492.500.  Dana tersebut rencana akan di salurkan esok hari untuk warga tanjung.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banggai, Baharuddin Bua, yang ikut turun dalam aksi itu mengatakan bahwa uang tersebut akan disalurkan besok. “Rencananya besok kita salurkan bantuannya untuk warga tanjung, mari kita bantu warga tanjung”. Ujarnya.  

Warga Tanjung terpaksa harus merelakan tempat tinggal mereka setelah ratusan personel gabungan TNI/Polri dan Satpol PP mengeksekusi lahan tanjung seluas 6 hektar pada, Rabu(03/05/2017).  

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan