NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Fokus

Sekolah Beratap Langit di Hari Pendidikan Nasional

Selasa, 02 /05/ 2017 12:31:45 8780 Pembaca  

Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Banggai, merelakan ruang kelas mereka rusak di “Hari Pendidikan Nasional” (Hardiknas).
Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Banggai, merelakan ruang kelas mereka rusak di “Hari Pendidikan Nasional” (Hardiknas).

Transsulawesi.com, Banggai - Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Banggai, merelakan ruang kelas mereka rusak di “Hari Pendidikan Nasional” (Hardiknas). Trauma dan sedih mereka rasakan di saat Negara kita memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia pada tanggal 2 Mei.

Puluhan sekolah dasar negeri di Kabupaten Banggai tidak mempunyai atap sebagai pelindung dari panas dan hujan. Akibatnya, sementara waktu anak-anak sekolah melakukan proses belajar mengajar di rumah warga dan ada juga yang masuk sekolah pada siang hari.

Potret buram pada dunia pendidikan di Kabupaten Banggai berawal ketika kegiatan peningkatan infrastruktur peningkatan prasarana sekolah di 54 sekolah dasar. Pada november 2016, sebanyak 23 gedung sekolah dasar telah melakukan pembongkaran bangunan guna peningkatan prasarana pendidikan yang anggarannya bersumber dari DAK SILPA 2015.

Para kepala sekolah mengerjakan perbaikan ruang kelas, dengan membongkar sebagian ruangan kelas. Namun sial, entah kenapa kegiatan tersebut harus terhenti karena alasan yang tidak jelas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Banggai. Akibatnya tempat proses belajar mengajar untuk generasi banggai kedepannya rusak meninggalkan puing.

Baca Juga : Sedih, Sekolah di Kabupaten Banggai Tak Ada Atap

Dari hasil penelusuran di tiga sekolah dasar, SDN 1 Tangeban Kecamatan Masama, SDN Inpres 6 Luwuk, dan SDN 1 lauwon Kecamatan Luwuk Timur, ruang kelas mereka kini menjadi puing tak berpenghuni.

Sebelumnya, Dikbud Banggai, pada tanggal 27 Oktober 2016 bernomor: 2681/005/Dikbud memberikan undangan sosialisasi juklak, penjelasan teknis dan mekanisme penggunaan dana pada kegiatan peningkatan prasarana sekolah. Dalam undangan tersebut, acara sosialisasi di laksanakan pada jumat, 28 oktober 2016 di aula Dikbud kabupaten banggai. Pada undangan tersebut, di tanda tangani oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Tasrik Jibran.

Melanjuti sosialisasi Juklak dan Juknis kegiatan peningkatan prasarana sekolah inilah, pihak sekolah melakukan kegiatan rehabilitasi ruang kelas. Namun apa lacur, saat melakukan kegiatan pembongkaran atap dan plafon sekolah, kegiatan tersebut terhenti.

Baca Juga : Sengkarut, Sekolah SDN Inpres 6 Luwuk Juga Beratap Langit

Tertimpa sial, para kepala sekolah banting setir dengan mengadukan perihal yang menimpa mereka ke DPRD. Pada tanggai 16 november, lahirlah rekomendasi DPRD Banggai sebagai surat penghantar kepada Bupati Banggai dengan nomor: 890/587/DPRD, tentang penyelesaian masalah laporan dari kepala sekolah terkait penundaan pelaksanaan Silpa DAK 2016 Kabupaten Banggai, namun tak menuai hasil.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Tasrik Jibran, tidak bisa berkomentar banyak. Menurut dia, persoalan tersebut menunggu hasil audit dari BPK. Setelah audit tersebut, barulah kemudian pemerintah daerah mengambil tindakan solusi atas beberapa sekolah yang tak beratap.

Inilah wajah potret buram dunia pendidikan di Kabupaten Banggai di saat memperingati Hardiknas yang jatuh pada 2 mei hari ini. Ratusan anak yang merupakan generasi pendidikan Banggai terpaksa terlantar secara struktural karena unsur politik pada peningkatan prasarana pendidikan.

(Mhr/Sam)

 

Komentar

#HEADLINE

Bupati Banggai Lantik dan Ambil Sumpah Sekab yang Baru
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan