NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Fokus

Hegemoni Taman Kota dan Iklim Investasi Sehat di Banggai

Selasa, 25 /04/ 2017 15:54:09 9473 Pembaca  

Wakil Bupati Banggai, H. Mustar Labolo prihatin dengan kondisi politik di Kabupaten Banggai, akhir ini. (Foto: Transsulawesi/Muhajir)
Wakil Bupati Banggai, H. Mustar Labolo prihatin dengan kondisi politik di Kabupaten Banggai, akhir ini. (Foto: Transsulawesi/Muhajir)

Transsulawesi.com, Banggai – Kewajiban pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Banggai untuk meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya di banggai perlu di topang dengan iklim investasi yang sehat sebagai prasyarat utama. Bukan perkara mudah, karena pemda harus membenahi segala macam permasalahan yang terbilang sangat kompleks. Selain mendorong pembangunan infrastruktur, pemda juga perlu menjaga stabilitas politik hingga akar rumput.

Jika menilik rentetan tingkat kriminal ibu kota luwuk dan maraknya gelombang aksi demonstrasi politik di kabupaten banggai, tentunya menjadi indikator yang akan mengganggu iklim investasi yang berimplikasi pada perekonomian kita. Sehingganya, untuk menjamin iklim investasi sehat dan kondisi politik yang sehat di kabupaten banggai adalah wajib hukumnya.

Wakil Bupati Banggai, H. Mustar Labolo prihatin dengan kondisi politik di Kabupaten Banggai, akhir ini. Mustar mengatakan bahwa aksi demonstrasi tentunya berimplikasi pada lambatnya pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Banggai karena investor takut dan merasa tidak nyaman untuk mengembangkan lini sektor perekonomian di Banggai.

“Jangan sedikit sedikit kita demo, sedikit sedikit kita demo, akhirnya orang takut mengembangkan kita punya sektor (perekonomian)”. Ujarnya.

Pemda banggai sebenarnya telah mengeluarkan jurus ampuhnya dengan membangunan taman taman kota sebagai sarana hiburan untuk warga kota. Pemda Banggai juga melakukan sejumlah kegiatan positif di kota luwuk. Patut kita acungi jempol, pada pendakian tangga awal Winstar. Namun, itu saja tidak cukup ketika meraba daftar persoalan kehidupan dimasyarakat.

Fragmentasi taman kota dan kegiatan hiburan mewakili potret modern masyarakat banggai yang gila akan hiburan ternyata tidak mampu merangkul realitas kehidupan saat ini. Titik fokus pembangunan secara parsial di ibukota justru membuat kita lupa bahwa di beberapa kecamatan di banggai bergejolak. Misalnya, kecamatan Batui dan Kintom yang setiap bulannya melakukan aksi demontrasi terkait persoalan tenaga kerja. Begitu juga dengan beberapa kecamatan lain dengan cerita yang berbeda.

Tentunya naif jika menggadangkan “hegemoni” pembangunan taman kota dan sejumlah kegiatan hiburan di ibukota mewakili prestasi pembangunan dimasyarakat. Justru terbalik, masifnya hegemoni tersebut, melumpuhkan kesadaran masyarakat sipil akan realitas kehidupan dan etos kerja pada pembangunan.

Tanpa berniat membangun pesimisme, rentetan meningkatnya tindak criminal, minimnya lapangan kerja, dan maraknya aksi demonstrasi akan menjadi indikator pengganjal pada arah pembangunan saat ini. Sangat disayangkan, jika pembangunan yang di awali dengan niat yang cukup baik, terganjal oleh sejumlah persoalan seperti termaktub diatas.

Oleh karena itu, pemerintah kabupaten banggai, tentunya perlu menyingsingkan lengan baju untuk mengeluarkan jurus ampuh barunya.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan