NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Metro Sulawesi

SMK di Palu Terima Anak Putus Sekolah

Senin, 27 /03/ 2017 20:48:14 2551 Pembaca  

 Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Palu sudah mulai menerima anak-anak putus sekolah sebagai bagian dari penjabaran program Gerakan Kembali ke Sekolah (GKS) 1.000 anak harapan bangsa di Provinsi Sulawesi Tengah. (Foto: callcampaign18)
Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Palu sudah mulai menerima anak-anak putus sekolah sebagai bagian dari penjabaran program Gerakan Kembali ke Sekolah (GKS) 1.000 anak harapan bangsa di Provinsi Sulawesi Tengah. (Foto: callcampaign18)

Transsulawesi.com, Palu - Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Palu sudah mulai menerima anak-anak putus sekolah sebagai bagian dari penjabaran program Gerakan Kembali ke Sekolah (GKS) 1.000 anak harapan bangsa di Provinsi Sulawesi Tengah.

"Kami sudah menerima sejak Januari 2017 untuk tahap pertama sebanyak 20 orang," kata kepala SMK 7 Palu Azhar di Palu, Senin.

Para siswa berasal dari Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Tojo Una-Una dan saat ini sedang menjalani proses penyesuaian dengan siswa untuk kelas reguler.

Program tersebut juga merupakan penjabaran dari Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi sekolah menengah kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

"Semua biaya sekolah tidak boleh diminta dengan mereka, karena mereka masuk dengan gratis," ujarnya.

Selain itu mereka yang masuk dalam program Anak Harapan Bangsa, juga dimasukkan dalam database Dapodik sehingga secara otomatis mereka mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Namun Azhar mengaku belum mendapatkan informasi mengenai bantuan biaya hidup selain biaya sekolah yang digratiskan.

"Pada dasarnya bagaimana uang pendidikan mereka bisa gratis dan keinginan untuk kembali ke sekolah," tutup Azhar.

Salah seorang anak putus sekolah, Anissa, mengaku bersyukur dengan adanya program ayo kembali ke sekolah yang dilakukan oleh pemerintah itu.

"Saya bersyukur bisa sekolah kembali," ujarnya dengan haru sambil memperlihatkan bantuan melalui KIP.

Ia mengaku pernah bersekolah namun hanya sampai di kelas dua SMA saja.

Karena kekurangan biaya, dia memilih untuk tidak bersekolah hampir setahun lamanya.

Tetapi sejak awal Januari 2017, dirinya mendapatkan panggilan dari guru SMK Muhammadiyah 1 Palu untuk melanjutkan sekolah dengan gratis.

Gerakan Kembali ke Sekolah (GKS) 1.000 Anak Harapan Bangsa Sulawesi Tengah dicetuskan oleh Ketua Bunda Anak Harapan Bangsa Sulawesi Tengah Zalzulmida Djanggola.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mengembalikan anak-anak putus sekolah untuk kembali bersekolah khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

 

"Data Badan Pusat Statistik (BPS), masih ada 13 ribu anak putus sekolah di Sulteng," kata Zalzulmida Djanggola.

Anak putus sekolah itu berada pada usia 15 hingga 21 tahun.

Untuk tahap pertama di Januari 2017, sudah direkrut sekitar 1.117 orang.

Pada tahap ke dua, sekitar bulan Juni 2017, sekitar 3.000 anak yang telah siap sekolah.

"Program ini tidak akan putus, setiap tahun akan ada terus anak putus sekolah yang diajak untuk kembali bersekolah," ujarnya.

Sesuai penyampaian gubernur, hingga akhir masa jabatannya di tahun 2021, diharapkan nol persen anak putus sekolah.

Zalzulmida berharap agar pelaksanaan program itu, betul-betul didukung oleh semua elemen masyarakat sehingga generasi muda ke depan, mampu bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari luar.

"Pada akhirnya kebutuhan tenaga kerja yang berada di daerah kita, tidak diisi oleh mereka dari luar daerah," tutup Zalzulmida.

(antara)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan