NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Musrenbang di Masama, Bupati Ingatkan Kinerja ASN Harus Terukur

Selasa, 14 /03/ 2017 03:01:19 6860 Pembaca  

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Kabupaten Banggai, tahun 2017 di Kecamatan Masama, Senin (14/3/2017). (Foto: Muhajir/Transulawesi.com)
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Kabupaten Banggai, tahun 2017 di Kecamatan Masama, Senin (14/3/2017). (Foto: Muhajir/Transulawesi.com)

TRANSSULAWESI.COM, MASAMA - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tahun 2017 di Kecamatan Masama, Senin (14/3/2017), sukses terselenggara. Agenda rutin tahunan yang digelar, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahap II tahun 2017.

Musrenbang yang bertempat di kecamatan Masama dihadiri Bupati Banggai Herwin Yatim dan Wabup Banggai Banggai, Mustar Labolo, beserta anggota DPRD Kabupaten Banggai yang turut hadir. Agenda tahunan kali ini berlangsung meriah, acara tersebut merupakan agenda empat kecamatan, Mantoh, Lamala, Masama dan Luwuk Timur yang di sentralisasi di Kecamatan Masama.

Camat Masama, Syafrullah Mambuhu, S.STP, dalam sambutannya mengajak untuk mensukseskan  pelaksanaan RKPD tahap II di Kecamatan Masama.

“kecamatan masama, program dari tahun 2016 dan 2017 berjalan sesuai mekanisme yang telah di sampaikan”. Ujar Syafrullah dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banggai Ir. Herwin Yatim, mengatakan bahwa  ada kemajuan yang telah di capai, perencaaan harus on time, tidak tiba masa tiba akal. Ia kembali mengingatkan kinerja SKPD harus terukur dan tercatat.

“saya punya pengalaman saat menjadi wakil bupati, mereka tau ( pimpinan SKPD) ketika berhadapan dengan saya, kita punya schedule, batas waktu. Tidak bicara siap pak, siap pak, padahal besok sudah lupa apa yang diharapkan pimpinan daerah”. Ujar Herwin.

Herwin juga menegaskan bahwa kebijakan yang dilahirkan atau yang akan dilahirkan kedepannya itu harus berkesesuaian dengan kebutuhan rakyat.

“kita punya anggaran tapi tidak di rasakan oleh rakyat, oleh karena itu kita melaksanakan pola pemerintahan yang harus memahami benar (kebutuhan rakyat)”.

(Mhr/Sam)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan