NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Transpedia

Quotations from Mao Tse-Tung: Buku Terlaris Didunia

Rabu, 22 /02/ 2017 23:26:34 20083 Pembaca  

Quotations from Mao Tse-Tung terjual 830 juta eksemplar di seluruh dunia. Buku ini berisi tentang antologi kutipan yang diambil dari pidato dan tulisan-tulisan Mao Tse-Tung (Mao Zedong). (gambar: Internet)
Quotations from Mao Tse-Tung terjual 830 juta eksemplar di seluruh dunia. Buku ini berisi tentang antologi kutipan yang diambil dari pidato dan tulisan-tulisan Mao Tse-Tung (Mao Zedong). (gambar: Internet)

Transsulawesi - Buku Quotations from Mao Tse-Tung merupakan buku yang paling banyak terjual didunia. Buku Quotations from Mao Tse-Tung kerap disebut dengan ‘Buku Merah’, karena warna sampulnya dan juga sering diletakkan di dalam saku atas jaket Mao Zedong.

Quotations from Mao Tse-Tung terjual 830 juta eksemplar di seluruh dunia. Buku ini berisi tentang antologi kutipan yang diambil dari pidato dan tulisan-tulisan Mao Tse-Tung (Mao Zedong).

Buku terlaris di dunia ini hampir diterjemahkan dalam semua bahasa dan memiliki penyebaran yang sangat besar seperti Amerika dan Negara-negara Eropa, karena disana paham komunis adalah sesuatu yang wajib dicegah dan buku ini juga merupakan buku yang wajib dibaca oleh setiap orang China dewasa pada tahun 1966-1971.

Sekilas tentang Mao Zedong, Mao Zedong adalah seorang tokoh filsuf dan pendiri negara Republik Rakyat Tiongkok. Ia memerintah sebagai Ketua Partai Komunis China dari berdirinya negara tersebut pada tahun 1949s ampai kematiannya pada tahun 1976. Teori Marxis-Leninis, strategi militer, dan kebijakan politiknya secara kolektif dikenal sebagai Marxisme-Leninisme-Maoisme atau Pemikiran Mao Zedong. Ia adalah salah satu tokoh terpenting dalam sejarah modern Tiongkok.

Mao lahir di sebuah keluarga petani miskin, sejak kecil Mao harus bekerja keras dan hidup prihatin. Meskipun di kemudian hari keadaan ekonomi keluarganya meningkat, tetapi kesengsaraan di masa kecil itu banyak mempengaruhi kehidupannya kelak.

Ketika kecil, Mao dikirim untuk belajar di sekolah dasar. Pendidikannya sewaktu kecil juga mencakup ajaran-ajaran klasik Konfusianisme. Tetapi pada usia 13 tahun, ayahnya menyuruhnya berhenti bersekolah dan menyuruhnya bekerja di ladang-ladang. Mao memberontak dan bertekad ingin menyelesaikan pendidikannya sehingga ia nekat kabur dari rumah dan melanjutkan pendidikannya di tempat lain.

Mao sebenarnya banyak berpikir tentang materialisme dialektik yang menjadi dasar sosialisme dan penerapan gagasan-gagasan ini dalam praktek seperti dikerjakan Mao bisa dikatakan orisinil. Mao bisa pula dikatakan seorang filsuf Cina yang pengaruhnya paling besar dalam Abad ke 20 ini.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan