NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Kerabat Pasien Bingung kartu KIS tidak Berlaku di Bunta

Senin, 09 /01/ 2017 04:30:38 9312 Pembaca  

Ilustrasi
Ilustrasi

BANGGAI, Bunta - Kerabat korban kecelakaan akibat ledakan petasan tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa mereka, hal itu ketika mengetahui pasien Rahman Manu (39) asal Bunta, Kabupaten Banggai tetap dikenakan biaya ketika berobat di Puskesmas Bunta. Padahal kerabat berharap Rahman bisa berobat gratis setelah menunjukan Kartu Indonesia Sehat.

Rahman yang terluka parah dibagian tangan dan jari nyaris terputus akibat ledakan sampah petasan yang dibakarnya, sempat dirawat di Puskesmas sebelum dirujuk. Diceritkan kerabat korban, sambil menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan berharap bebas biaya ternyata sama sekali tidak berlaku.

Bagi Kepala Puskesmas Bunta , Dr. Virmon,  alasan pembebanan biaya kepada pasien Rahman tetap berlaku karena sudah sesuai Peraturan Daerah (Perda) di Kabupaten Banggai.

Menurutnya jika pasien dirujuk ke RSUD Banggai dan bukan ke kabupaten lain (Ampana) maka dia akan bebas biaya sesuai jaminan pemegang kartu KIS, namun jika sebaliknya maka itu tidak berlaku.

Dirawat selama empat hari di RSUD Ampana,  kerabat pasien baru bisa bernafas lega. Disana kata mereka, Rahman Manu mendapat perawatan dan pengobatan gratis hingga pulih.

Beda halnya ketika di Puskesmas Bunta, semua biaya ditanggung oleh keluarga, mulai dari sewa Ambulans hingga pembelian BBM, bahkan seluruh biaya perawatan  selama di Puskesmas harus dibayar saat itu juga.

“Boleh kata kartu KIS tidak berlaku sama sekali,” ujar Jon kerabat pasien.

Jika ada perda seperti yang diterangkan Dr. Virmon, tolong disosialisasikan sampai dimana penggunaan dan faedah kartu KIS itu sendiri.

“Supaya jelas apa Kartu KIS tidak berlaku dikabupaten Banggai, ataukah ada aturan main tentang itu,” keluhnya. (Zul)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan