NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Nasional

Sampai hari ini Korban Tewas Gempa Aceh Jadi 102 Orang

Selasa, 13 /12/ 2016 12:00:50 1952 Pembaca  

Para petugas penyelamat menggunakan peralatan berat untuk mencari para korban di bawah bangunan yang ambruk akibat gempa bumi di Lueng Putu, Pidie Jaya, Aceh (7/12). (Reuters/Antara/Irwansyah Putra)
Para petugas penyelamat menggunakan peralatan berat untuk mencari para korban di bawah bangunan yang ambruk akibat gempa bumi di Lueng Putu, Pidie Jaya, Aceh (7/12). (Reuters/Antara/Irwansyah Putra)

Korban tewas akibat gempa bumi Pidie Jaya, Aceh, menjadi 102 orang. Jumlah ini bertambah setelah tim SAR menemukan 1 orang meninggal dunia di Kabupaten Pidie.

"Tim SAR terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi 6,5 SR di Aceh selama masa tanggap darurat. Pada Senin (12/12) siang, tim SAR menemukan satu korban meninggal atas nama Devi Srijalani (22) di Pidie. Fokus utama tim SAR saat ini membantu membersihkan puing-puing bangunan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/12/2016).

Rincian sebaran wilayah korban meninggal dunia yakni 96 orang di Pidie Jaya, 4 orang di Kabupaten Pidie dan 2 orang di Kabupaten Bireuen. Total korban luka mencapai 857 orang dan pengungsi mencapai 83.838 orang tersebar di 124 titik.

Menurut Sutopo, sebanyak 4.836 personel dari kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemda, relawan, NGO, organisasi masyarakat dan lainnya masih melakukan penanganan darurat. Pemerintah sambungnya, mendampingi pemerintah daerah, baik dana, logistik, peralatan, manajerial dan tertib admistrasi. Kepala BNPB terus di lokasi bencana untuk mengkoordinir potensi nasional untuk membantu pemerintah daerah.

"Masalah penyediaan air bersih belum semuanya melayani titik pengungsian dengan baik. Kondisi sumur banyak yang kering dan dangkal pasca gempa. Jika pun ada airnya keruh sehingga tidak dapat dikonsumsi," imbuh Sutopo.

Selain itu, trauma healing, kegiatan psikososial dan pelayanan kesehatan dilakukan kepada pengungsi. Klaster nasional penanganan pengungsi, klaster kesehatan dan klaster logistik dipastikan Sutopo terus melayani pengungsi.

Kebutuhan mendesak yakni sandang dan pangan, MCK, air bersih, relawan, tenda dan shelter, kebutuhan bayi, sarung, mukena dan lainnya. Posko utama juga terus menyalurkan bantuan ke pengungsi.


(fdn/fdn)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan