NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Demo Petani Bohotokon Mendesak Polres Banggai Bebaskan Apet Madili

Senin, 05 /12/ 2016 22:18:50 43987 Pembaca  

Selain berorasi massa juga membawa spanduk bertuliskan
Selain berorasi massa juga membawa spanduk bertuliskan "Stop Kriminalisasi Petani"

BANGGAI, Bunta –  Buntut penahanan Apet Madili petani asal desa Bohotokon Kecamatan Bunta, Banggai Sulawesi Tengah oleh Kepolisian Resor Banggai sejak 16 Agustus 2016 lalu. Akhirnya siang tadi, Senin (05/12/16), puluhan warga dari desa Bohotokon datang berunjuk rasa di Mapolres Banggai.

Massa mendesak, agar rekan petani mereka segera di bebaskan dari tuduhan sebagaimana yang telah dilaporkan PT. Anugerah Saritama Abadi. Yakni, pencurian buah kelapa dan pengerusakan.

Aminullah salah satu peserta unjuk rasa berpendapat, tuduhan terhadap Apet Madili sama sekali tidak benar dan penahananya sarat kriminalisasi.

“Perlu diketahui, Apet memiliki hak atas lahan serta tanaman tersebut, jadi dia (Apet Madili) tidak bisa ditahan begitu saja” ujarnya.

BERITA TERKAIT: Aksi Solidaritas Untuk Petani Bohotokong

Sedangkan pihak kepolisian beranggapan penahanan Apet Madili sudah sesuai prosedur, dimana penetapannya sebagai tersangka dinilai sudah memenuhi unsur.

“Tersangka kasus pencurian dan pengrusakan yang di lakukan warga, tetap akan di proses hukum karena memiliki bukti kuat. Nanti pengadilan yang memutuskan. Ujar Kapolres Banggai AKBP. Benni B. Rustandi dihadapan perwakilan massa pendemo.

Tidak puas atas tanggapan Kapolres, puluhan massa petani itu beringsut dan melanjutkan aksinya ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Banggai, sambil berorasi meminta dewan rakyat agar ikut memediasi ke pihak terkait penahanan Apet Madili.

***

Dalam kasus ini, Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) pernah merilis pesan terbuka untuk kapolres Banggai, sewaktu dijabat AKBP. Jamaluddin Farti.

Pesan terbuka itu disampaikan Kontras melalui situs resminya 18 hari setelah surat pemanggilan diterima petani asal Bohotokon atas nama Apet Madili, tepatnya 30 Agustus 2016.

Menurut Kontras, pemanggilan  Apet Madili warga Desa Bahotokong Kecamatan Bunta yang dilaporkan pihak PT. Anugerah Saritama Abadi, di Polres Kabupaten Banggai dengan surat pemanggilan nomor: S.Pgl/1354/VIII/2006/ResKrim Tanggal 16 Agustus 2016 adalah sebuah bentuk kriminalisasi.

Apet Madili (46) dituding melakukan pencurian dan perusakan oleh PT. Anugerah Saritama Abadi selaku pemilik izin Hak Guna Usaha (HGU), berdasarkan laporan polisi Nomor : LP/258/V/2016/Sulteng/Res Banggai.

Dalam rilis resminya itu juga, Kontras mengingatkan institusi kepolisian yakni Polres Banggai, Harus melakukan penyelidikan awal untuk menangani tanah yang di sengketakan antara warga setempat dengan perusahan PT. Anugerah Saritama Abadi.

Bila tidak, dengan ini, pihak kepolisian Resor  Banggai, tidak melaksanakan aturan hukum yang kemudian berdampak pada penanganan hukum yang keliru dan menguntungkan pihak perusahaan semata. Tulis Kontras. (SF/Ab)

BACA JUGA : KONTRAS Kirim Pesan Terbuka buat Kapolres Banggai

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan