NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Donggala Maksimalkan Peran Kampung KB

Metro Sulawesi Jum'at, 18 /11/ 2016 17:02:00 68238 Pembaca  

Donggala - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah berupaya memaksimalkan peran kampung Keluarga Berencana (KB) di kabupaten tersebut, untuk mencegah terjadinya pernikahan dini.

Bupati Donggala, Kasman Lassa di Donggala, Rabu mengatakan kampung KB dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi terjadinya nikah dini atau usia nikah dibawah umur, oleh generasi muda yang ada di daerah tersebut.

"Nikah dini memberikan dampak yang banyak dari sisi negatif, yaitu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga karena dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor belum mapan karena masih usia muda, nah perlu di cegah lewat kampung KB," ucapnya.

Diakui bahwa kasus nikah dini masih sering terjadi di kabupaten tersebut, bahkan kasus tersebut juga diikutkan dengan terjadinya kekerasan terhadap perempuan, kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak.

Salah satu faktor yang menjadi penyebab terjadinya hal itu karena nikah dini, dimana masih dalam kategori usia remaja yang belum memiliki kesiapan baik dari sisi mental dan materi atau pekerjaan untuk membina dan menghidupkan rumah tangga.

Menurut Bupati hal itu perlu menjadi perhatian penuh orang tua dalam hal membina dan mendidik anak-nya agar tidak muda terpengaruh dengan pergaulan di era modernisasi, yang cenderung membuat generasi muda terjerumus ke arah negatif.

"Nikah dini tidak cukup hanya ditangani oleh program pemerintah, pemerintah hanya berupaya bagaimana agar masyarakat dapat mengenai dampak dari nikah dini tersebut. Yang lebih berperan sebenarnya dalah keluarga atau orang tua," ujarnya.

Bupati meguraikan kampung KB tidak hanya mengajak kepada masyarakat didaerah tersebut untuk melahirkan 2 keturunan, melainkan lebih memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang perkawinan diusia muda, kesehatan masyarakat, kesehatan anak dan lainnya.

"Kampung KB bukan program untuk menyuruh masyarakat atau membatasi masyarakat melahirkan keturunan, melainkan mengajak masyarakat untuk lebih mengenal kesehatan fisik anak, ibu, ibu yang mengandung, imunisasi dan lain sebagainya," katanya.

(antarasulteng.com)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan