NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

China Diprediksi Pimpin Perdagangan Bebas Asia

Internasional Jum'at, 18 /11/ 2016 16:38:55 62433 Pembaca  

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan memasarkan kesepakatan perdagangan bebas Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP) yang digagas oleh Beijing dan sejumlah negara di kawasan. (Bogdan Cristel)
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan memasarkan kesepakatan perdagangan bebas Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP) yang digagas oleh Beijing dan sejumlah negara di kawasan. (Bogdan Cristel)

China diperkirakan akan mulai membidik posisi sebagai pemimpin dalam perdagangan bebas di Asia setelah nasib perjanjian Kerja Sama Trans Pasifik (TPP) tak jelas ketika Donald Trump menjadi pemenang pemilihan presiden Amerika Serikat.

Selama ini, TPP dianggap sebagai kerja sama gagasan 12 negara yang merupakan cara AS untuk mengisolasi China dari perdagangan bebas di Pasifik. Namun, Trump menganggap TPP hanya akan mematikan industri manufaktur AS dan membuat warganya kehilangan lapangan pekerjaan.

Dalam bocoran memo kerangka kebijakan perdagangan Trump dalam 200 hari pertamanya, terungkap bahwa salah satu fokus presiden terpilih tersebut adalah untuk menghentikan TPP.

Sementara itu, TPP baru bisa dijalankan jika sudah ada kesepakatan dari setidaknya enam negara yang mencapai 85 persen dari total GDP 12 negara penggagas. AS sendiri memegang 60 persen dari total GDP tersebut.

"Jika AS melepas peran kepemimpinan di sini, tentu China akan mengambil alih," ujar seorang ahli perdagangan dari Universitas Bisnis dan Ekonomi Internasional di Beijing, Tu Xinquan, seperti dikutip Reuters.

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan memanfaatkan ketidakpastian itu dengan memasarkan kesepakatan perdagangan bebas Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP) yang digagas oleh Beijing dan sejumlah negara di kawasan.

RCEP yang tidak mengikutsertakan AS dianggap sebagai saingan terberat TPP. RCEP pun tak mengikutsertakan AS dalam keanggotaannya. Namun, salah satu media negara China mengimbau agar AS ikut serta dalam RCEP agar tak terisolasi.

Sementara itu, Peru sebagai tuan rumah pertemuan APEC pun sebelumnya sudah mengatakan bahwa negara-negara Pasifik dapat membentuk kesepakatan perdagangan bebas baru untuk menggantikan TPP, yang mengikutsertakan China dan Rusia, tapi tidak untuk AS.

Pekan ini, Menteri Perdagangan Peru pun sudah mengatakan akan menggandeng China agar dapat ikut serta dalam negosiasi RCEP. Keikutsertaan Peru dalam pembicaraan itu diperkirakan akan memicu negara-negara Amerika Latin peserta TPP lainnya untuk mempertimbangkan gagasan RCEP.

Dari Asia Pasifik sendiri, pergerakan akibat kecemasan atas ketidakpastian TPP pun mulai bermunculan. Australia sebagai sekutu AS bahkan sudah mengatakan ingin mencari pilihan perdagangan bebas lainnya dengan Asia.

Di Asia Tenggara, Vietnam dan Malaysia juga sudah menyatakan kemungkinan membatalkan ratifikasi TPP karena perubahan politik di washington.

"Realita geopolitik dan diplomasi ekonomi China akan memperkecil kemungkinan negara-negara di kawasan untuk menolak kepemimpinan China," kata Tu Xinquan. (hnn)

, CNN Indonesia

 

#HEADLINE

Soal Utang Nyaris Rp 4.000 T, Ekonom: Harus Dorong Produktivitas
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan