NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peran Mahasiswa Rantau Terhadap Kampung Halaman Melalui Organda

Opini Jum'at, 11 /11/ 2016 18:07:21 35808 Pembaca  

Mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki karakter idealis, mahasiswa dituntut harus selalu peka terhadap permasalahan yang ada di Indonesia baik dalam aspek sosial, budaya, ekonomi, lingkungan dan lain sebagiannya. Mahasiswa adalah seseorang yang memiliki potensial dalam memahami perubahan dan perkembangan di dunia pendidikan dan lingkungan masyarakat sebagaimana yang tercantum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa memiliki posisi dan peran sebagai agent of change, social controler, dan the future leader.

Sebagai seseorang yang diharapkan oleh keluarga untuk menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan taraf hidup, menambah wawasan dan meningkatkan pola pikir, mahasiswa juga punya tanggung jawab setelah menyelesaikan kuliahnya, mereka bisa kembali ke rahim dimana ia terlahir untuk membangun daerahnya masing-masing, bahkan dalam hal mentransformasi nilai-nilai yang bisa mengembangkan pola pikir masyarakat luas.Problematika yang terjadi di daerah masing-masing seharusnya menyadarkan mahasiswa rantau bahwa pentingnya peran mereka dalam membangun daerah sendiri, dengan berbekal ilmu dan pengetahuan yang mereka peroleh di perguruan tinggi.

Untuk merealisasikan hal tersebut diperlukanlah sebuah revitalisasi peran fungsional organisasi mahasiswa kedaerahan. Sebagai wadah membentuk mahasiswa yang peduli dan bertanggung jawab terhadap isu kedaerahaan serta membangun daerah dengan cara yang kreatif dan inovatif. Disamping itu, peran pemerintah daerah tentunya diperlukan dalam mendukung serta memfasilitasi peran mahasiswa rantau melalui organisasi kedaerahan.

Forum Kreatifitas Anak Kabupaten Banggai (FORKAB) merupakan salah satu organisasi kedaerahan yang berkedudukan di kota Makassar, yang sampai saat ini masih memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik dalam pengabdiannya kepada daerah. Selain itu dengan hadirnya sebuah organda tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa rantau untuk menghimpun dirinya dalam sebuah organisasi kedaerahan. Manfaat lain dengan dibentuknya sebuah organisasi kedaerahan ini, dapat mempererat tali silaturahim antar sesama mahasiswa sekampung di tanah rantau, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan. Sekaligus arti penting menyadarkan organisasi kedaerahan akan tanggung jawabnya.

Krisis pemerataan pembangunan, pudarnya kearifan lokal, rusaknya lingkungan alam dan lain sebagainnya sudah semestinya menyadarkan kita khususnya mahasiswa dalam membangun kembali melalui organisasi kedaerahan sebagai wujud nyata pengabdian sesama anak rantau.Pembangunan daerah dari berbagai sektor tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, mahasiswa rantau harus bisa mengambil tindakan dalam proses tersebut dengan terjun langsung dalam mengawasi, mendukung serta mengimplementasikan ilmu-ilmu yang dimiliki dari perguruan tinggi, sehingga antara pemerintah, rakyat dan mahasiswa saling bersinergi dalam membangun daerah.

Di era sekarang ini sudah tidak relevan lagi jika peran mahasiswa sebagai “agent of change” hanya sekedar turun ke jalan melakukan aksi menuntut perubahan kebijakan, menyebarkan opini ke publik, namun tidak membuahkan hasil yang konkrit dan lebih sering berujung ke perusakan fasilitas-fasilitas publik bahkan merugikan masyarakat sekitar. Hal tersebut sudah mestinya kita ubah, khususnya mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kedaerahan harus mengambil peran penting sebagai kaum intelektual yang memberikan win-win solution, ide-ide kreatif serta terjun langsung ke masyarakat. Tentunya, semoga aksi nyata yang dilakukan organda tidak hanya sekedar wacana sesaat ataupun teriakan-teriakan yang tak bermutu, semuanya harus sesuai dengan keilmuan yang dimiliki pada bidangnya masing-masing.

Mereka yang tergabung dalam organisasi kedaerahan khususnya mahasiswa rantau Kabupaten Banggai, harus bisa mempertahankan eksistensinya, menjadi aktor terhadap isu perkembangan daerah. Meningkatkan kemampuan dalam berpikir sistematis, mendalami kajian-kajian terkait isu kedaerahan sehingga dapat memainkan perannya kepada masyarakat. Kontribusi organda terhadap kampung halaman harus ditingkatkan. Akan tetapi peran organda terhadap perkembangan daerah tidak akan dapat terwujud, manakala kepedulian kita sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa rantau dalam membangun daerah tidak ditumbuhkan. Selain itu,kerjasama antar pemerintah dan organda-organda juga dapat menjadi salah satu pendukung terbentuknya daerah yang berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. (FA)

Oleh : Muhammad Aulia Rahim Al Kadri
Ketua Umum Organda FORKAB-Makassar Periode 2014-2015


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan