NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

OPINI

Energi Laut Sebagai Solusi Keterbatasan Listrik Di Kabupaten Banggai

Rabu, 09 /11/ 2016 01:03:11 14171 Pembaca  

Skema Umum Implementasi Konversi Listrik berbasis Energi Arus Laut
Skema Umum Implementasi Konversi Listrik berbasis Energi Arus Laut

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat menyebabkan permintaan daya listrik yang semakin tinggi, karena listrik sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar pembangkit listrik yang ada di Kabupaten Banggai dan sekitarnya menggunakan energi konvensional, yaitu energi yang tidak dapat diperbaharui, sehingga tidak hanya berdampak pada krisis kekurangan energi tetapi juga berdampak pada krisis lingkungan hidup. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan energi yang bisa diperbaharui dan lebih ramah lingkungan yang tersedia melimpah dari alam.

Potensi arus laut di kawasan Kabupaten Banggai sangat besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk tenaga arus laut, karena Kabupaten Banggai merupakan tempat pertemuan arus laut yang diakibatkan oleh pasang surut. Fenomena pasang dan surut air laut akibat rotasi bumi dan bulan mengelilingi matahari mengakibatkan perbedaan arus laut dari beda ketinggian saat laut pasang dan surut. Perubahan kecepatan arus laut tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dan dapat menghasilkan energi listrik.

Sebagaimana yang disampaikan dalam Alwinraysoleman (2009), dalam blognya bahwa menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, kurangnya pasokan aliran listrik menyebabkan 4 dari 13 kecamatan yang ada di daerah ini hanya menikmati listrik selama 6 jam sehari. Empat kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Balantak, Bunta, Nuhan, Bualemo, dan sebagaian besar desa di Kecamatan Lamala. Sedangkan beberapa kecamatan, termasuk kota Luwuk masing-masing mengalami pemadaman secara bergilir.

Perairan Selat Peleng merupakan perairan yang memiliki hubungan langsung dengan kondisi Perairan Banda yang dipengaruhi oleh arus selatan dan barat. Perairan Selat Peleng menjadi batas barat dan utara dari daratan Banggai. Perairan Selat Peleng merupakan perairan yang memiliki hubungan langsung dengan Perairan Banda. Namun demikian, pemahaman tentang arus di perairan sangat penting dalam kaitannya dengan kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan, seperti pengupayaan energi alternatif sebagai sumber energi terbarukan.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, konversi energi arus laut menjadi energi listrik di Kabupaten Banggai bukan hal yang tidak mungkin untuk diimplementasikan. Semua akan terwujud apabila Potensi energi laut di Luwuk, Banggai dan sekitarnya seharusnya diteliti secara berkala agar bisa menghadapi bencana krisis energi karena pemerataan supply listrik yang masih belum merata.

 

Penulis:

Moh. Rizky Nanda Hadju, S.Kel mahasiswa lulusan Sarjana Kelautan Universitas Brawijaya.

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan