NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Protes Alat Berat Kontraktor, Sekelompok Orang Nyaris Picu Konflik

REGIONAL Sabtu, 29 /10/ 2016 20:21:29 4862 Pembaca  

Warga dusun boloboloa memilih diam dan tetap bersiaga pasca penghadangan sekelompok orang terhadap mereka. Disinyalir pemicu aksi blokade dan penghadangan untuk memuluskan kerja kontraktor pada proyek pemipaan air bersih yang melintasi perkebunan warga. Jumat (28/10/16)
Warga dusun boloboloa memilih diam dan tetap bersiaga pasca penghadangan sekelompok orang terhadap mereka. Disinyalir pemicu aksi blokade dan penghadangan untuk memuluskan kerja kontraktor pada proyek pemipaan air bersih yang melintasi perkebunan warga. Jumat (28/10/16)

BANGGAI, Batui – Protes dua warga dusun Boloboloa kelurahan Tolando, Kecamatan Batui, Banggai Sulawesi Tengah atas aktivitas kontraktor proyek air bersih yang menggunakan alat berat dalam membuat lintasan pipa, akhirnya berbuntut panjang.

Protes dilakukan pemilik kebun setelah alat berat jenis eksavator yang digunakan kotraktor telah merusak sebagian tanaman dikebun mereka. Namun protes pemilik kebun ini langsung disambut perang oleh sekelompok warga lainnya yang memihak pada kontraktor.

Setidaknya ada belasan orang asal kelurahan sisipan pagi kemarin, Jumat (28/10/16) datang menghadang warga dusun Boloboloa. Dimana, aksi penghadangan disertai blokade jalan dengan halang rintang berupa batang bambu dan ranting kayu membuat warga setempat ketakutan dan bersiaga.

Bahkan, dalam  kejadian ini menyebabkan dua warga dusun yang dihuni etnis bangkep tersebut menjadi korban pemukulan, yang ditenggarai dilakukan oleh salah seorang warga sisipan lainnya.

“Saya dari pasar bantu orang tua bajualan, pas sampe dekat bengkel saya rencana mau tempel ban motor, tiba tiba ada pelaku yang tanya. Darimana, saya jawab dari pasar. Lewat mana Tanya dia lagi, saya bilang lewat bakung. Sudah tau dipalang masih lewat lewat. Langsung saya dipukul dan mudung (jatuh) dari motor,” ujar Awirto (25) korban pemukulan.

Sedangkan, Sartibabo (15) korban lainnya mengaku setelah di tampar pelaku langsung kabur dengan sepeda motornya.

“Saya sempat berenti karena liat teman di pukul. Saat itu pelaku langsung tanya, dari boloboloa juga ya, pas saya jawab iya langsung dipukul dan saya langsung lari dengan motor,” ujar Sartibabo.

Keduanya terkena bogem dan tamparan saat melintas didepan sebuah bengkel yang terletak di poros trans Sulawesi kelurahan sisipan.

Sedangkan mereka yang melakukan penghadangan diruas jalan masuk menuju dusun boloboloa diketahui juga berasal dari kelurahan sisipan, tiga diantaranya pria dewasa dan satunya lanjut usia, selebihnya masih remaja dan belia.

Camat Batui, Jasmin Mangantjo menyebut itu bukan konflik antar warga melainkan hanya tindakan sekelompok orang.“Itu bukan antar warga ya,” ujarnya saat dihubungi via telpon, Jumat (28/10/16).

Saat itu tampak beberapa orang aparat Polisi dari sektor batui langsung diterjunkan kelokasi untuk meredakan situasi yang mulai memanas, kehadiran aparat ini untuk menjaga situasi lebih kondusif mengingat saat itu, proses mediasi perwakilan warga di Mapolsek Batui tengah berlangsung.

“Sudah ada upaya mediasi, kami sudah menghubungi kapolsek batui,” tutur Wiratno Apit  Humas Polres Banggai saat dihubungi transsulawesi.com  langsung dari lokasi kejadian.

Hasil penulusuran, seperti yang diungkap warga, ini adalah kali kedua aksi cegat dan ancaman pengusiran kepada mereka sebaga etnis banggai kepulauan terjadi dalam kurun sebulan terakhir.

Mereka juga mengaku sudah sering mendapat perlakuan diskriminatif mengingat mereka adalah kelompok minoritas di kecamatan batui.

“Yang protes penggusuran dari kontraktor bukan kitorang (kami), tapi setiap ada kejadian pasti dampaknya selalu begini,” ujar salah satu Ibu Rumah Tangga yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Ia berharap diwaktu mendatang, agar pihak aparat bisa menyadarkan para pelaku penghadangan maupun pemukulan. Mengingat kata sumber, sejak dulu pelakunya masih orang yang sama.

“Pelakunya masih itu, dari dulu sampai sekarang. Saya tidak tau mungkin pelaku dan yang jaga (hadang) kami itu tukang pukulnya kontraktor karena masalahnya dari situ,” ujar sumber yang sama.

(Ab/SF)

 


 

#HEADLINE

Soal Utang Nyaris Rp 4.000 T, Ekonom: Harus Dorong Produktivitas
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan