NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

OPINI

Polisi bukan alat untuk Meluruskan kesalahan

Rabu, 26 /10/ 2016 15:28:22 19270 Pembaca  

Dok. Polres Banggai
Dok. Polres Banggai

BANGGAI - Aksi blokade jalan oleh warga setempat pada proyek peningkatan jalan Lobu–Lambuli dengan Rp 3 miliar dari APBD Banggai tahun 2016, di kecamatan Lobu Banggai Sulteng tetap berlangsung.

Lima pemilik lahan yang belum dikonpensasi akibat penggusuran oleh kontraktor menjadi alasan utama penutupan ruas jalan yang tengah dibangun tersebut. Dari hasil verifikasi lahan, diketahui sedikitnya ada 82 pohon cengkeh, 46 Pohon Durian dan 3 Pohon Langsat milik petani yang tergusur.

Padahal, aksi blokade ini sudah berlangsung sejak tanggal 14 Oktober 2016, namun belum ada titik terang penyelesaian dilapangan. Pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) sendiri sudah berupaya membuat surat pernyataan memberikan ganti rugi kepada petani pemilik tanaman.

Tapi keterangan warga tani, hal itu baru sebatas surat dan sama sekali belum direalisasikan, sehingga wajar saja jika warga terus bertahan.

BERITA TERKAIT: Tuntut Ganti Rugi Tanaman, warga Bolobungkang Tutup Jalan

Jika dilain sisi pihak kepolisian sektor pagimana mendapat tudingan miring dari pihak kontraktor, akibat ada anggapan polisi membiarkan aksi ini berlarut larut. Hal itu tidak perlu terjadi.

Mengingat kepolisian bagian dari masyarakat, jika kontraktor bisa menghitung nilai kerugian kenapa dengan petani tidak bisa melakukan itu. “Tentu polisi juga paham siapa yang merugi”.

Seharusnya lebih awal sosialisasi sudah berjalan, sederhana saja, jika sepakat menggusur tanah orang berarti siap untuk mengganti rugi. Polisi tidak boleh dijadikan alat untuk meluruskan kesalahan. TIM

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan