NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

NEWS MAKER

Jamin, Hanya bisa Istigfhar Lihat Kebun Jadi Areal Kilang

Selasa, 11 /10/ 2016 21:53:38 30675 Pembaca  

Jamin Mokodompit
Jamin Mokodompit

BANGGAI - Ia mirip lelaki dalam cerita kisah para sufi, air mukanya tenang suaranya tidak lantang tapi menyimpan kelembutan juga tetap ada gurat kekuatan.

Sudah setahun lebih ia harus menunggu kepastian hukum atas lahan yang dianggapnya telah dirampok segelintir orang yang memanipulasi proses pembebasan lahan.

Jamin Mokodompit, 66 Tahun, sang lelaki yang berprofesi sebagai Imam Masjid itu hanya mengucap Istghfar berulang ulang menenangkan hatinya, ketika terakhir kali melihat tanah kebun telah berdiri kilang beserta fasilitas pendukung.

“Astagafirulah, astagafirulah, astagafirulah. Hanya itu mampu saya ucap pas liat semua sudah berubah,” tutur Jamin.

Kini dia bertekad mencari keadilan dan senantiasa selalu berdoa agar penegak hukum di banggai bisa lebih amanah menyelesaikan penghilangan hak atas dua bidang tanah bersertifikat tahun 1995.

“Saya akan selalu berdoa, agar semua penegak hukum bisa bertindak cepat dan se adil-adilnya,” Tutur Jamin.

BACA JUGA: Bayar Lahan ke Penjaga Kebun, DSLNG jadi Terlapor

Karena bagaimanapun, kata Jamin, tanah perkebunan yang dibelinya dari hasil berbisnis buah pisang adalah warisan buat keempat anaknya.

“Saya punya tanah saya peroleh dari hasil tabungan sama istri saat berjulan pisang . Saya beli dari petani kampung  trus saya bawa ke luwuk.”

“Jadi saya bukan makelar tanah, tapi saya beli karena ada yang jual. Karena orang minta tolong juga,” kisah Jamin saat ditemui Transsulawesi, Selasa (11/10/2016).

Semenjak dikuasai PT.DSLNG, Jamin sendiri mengaku telah kehilangan kemerdekaannya sebagai pemilik sah atas tanah. Sertifikat hak milik jadi tak bernilai karena tanah sudah dikuasi pihak lain.

Ada hal yang diluar dugaan, yakni penghilangan nama pemilik lahan seperti dirinya. Padahal, semua warga Uso dan Honbola tau jika itu adalah lahan miliknya.

“Saya sama sekali tidak menduga,“ tutup dia

SF/Ab

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan