NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Tipu Muslihat Tim Inventarisasi di Pembebasan Lahan LNG

Sabtu, 08 /10/ 2016 05:03:15 5535 Pembaca  

Kilang LNG saat tahapan pembangunan
Kilang LNG saat tahapan pembangunan

BANGGAI, Batui - Kasus penghilangan hak milik orang lain diatas areal pembebasan PT.DSLNG menjadi tanya besar seperti apa inventarisasi lahan saat pembebasan areal kilang di Desa Uso, Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Sulawesi tengah.

Jamin Mokodompit dan Hadija pemilik tanah dengan bukti kepemilikan berupa Sertifikat Hak Milik adalah daftar baru dalam kejadian ini.

Kuasa Hukum dari keduanya, Yusak Siahaan, SH mengakui selama proses pembebasan, Tim inventarisasi lahan yang menjadi dasar pembebasan banyak melakukan tipu muslihat.

“ Ini kan tipu muslihat, bagaimana mungkin seorang penjaga kebun bisa mendapat ganti rugi diatas lahan yang bersertifikat,” ujarnya kepada Transsulawesi.

Lebih lucunya lagi, kata Yusak, ada Surat Keterangan Penguasaan Tanah yang diterbitkan Kepala Desa Uso sehingga menjadi dasar jual beli. Padahal sertifikat hak milik yang dimiliki kliennya adalah bagian dari surat surat Negara.

“Kenapa lagi ada SKPT yang terbit diatas sertifikat hak milik, sudah seharusnya pihak kepolisian mengusut tuntas hal ini.” ujarnya.

Jika sebelumnya kasus yang sama pernah dialami Keluarga Galendo. Dimana, tanah kebun mereka yang dikelola bersama-sama telah dijadikan area pembangunan kilang LNG. Namun, hingga detik ini belum juga ada niat baik dari pihak terkait mengenai proses ganti-rugi atas tanah kebun milik petani Galendo.

Informasi terakhir salah satu keluarga Galendo hanya diberikan jaminan pekerjaan sebagai tenaga security serta lebih awal memperoleh paket pekerjaan berupa pemagaran areal dengan pohon kayu kambing sebagai bentuk kompensasi terakhir.

Berbeda dengan Jamin Mokodompit dan Hadija, upaya hukum terus dilakukan untuk menuntut ganti rugi diatas lahan mereka dengan total luasan mencapai 6 Hektar Lebih.

Menurut salah satu kerabat pelapor Suyono, ia mengatakan pihak pertanahan telah mengakui kebenaran terkait persil objek diatas lahan yang kini telah telah berdiri kilang.

“Selain itu pula, penyidik juga sudah memanggil saksi batas atas nama Aleks untuk memberikan keterangan, dan Aleks sendiri sudah pernah menerima ganti rugi sedangkan Jamin Mokodompit yang berbatasan dengannya hilang dari daftar ganti rugi,” jelas Suyono. (IRF)

BERITA TERAKIT: Saksi Kunci Raibnya Kepemilikan Tanah di Areal Kilang DSLNG

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan