NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Reportase

Tanpa TPA, Di Batui Sampah bisa dibuang Sembarang

Rabu, 28 /09/ 2016 00:27:15 28319 Pembaca  

Sejumlah anggota penggiat cinta lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Ciliwung Bojonggede sedang membersihkan sampah-sampah yang terdapat di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung, di Bojonggede, Minggu (01/02/2015). K97-14
Sejumlah anggota penggiat cinta lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Ciliwung Bojonggede sedang membersihkan sampah-sampah yang terdapat di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung, di Bojonggede, Minggu (01/02/2015). K97-14

BANGGAI, Batui - Tanpa tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sejumlah titik di dalam ibu kota kecamatan batui jadi sasaran, mulai dari pinggir sungai sampai lokasi perkantoran tidak pernah luput dari tumpukan sampah.

Memang kecamatan yang berada di bagian selatan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ini dianggap memiliki produksi sampah yang cukup tinggi, mengingat meningkatnya aktivitas sejumlah perusahaan yang sedang beroperasi.

Belum lagi, ratusan bahkan hampir ribuan pendatang sebagai buruh di proyek amoniak desa Uso, tentu menambah deret alasan naiknya volume produksi sampah.

Mulai dari bantaran sungai batui, dibagian atas setiap pekannya ratusan kubik sampah ditumpahkan kesana. Tak banyak yang tahu namun salah satu reporter Transsulawesi.com berhasil menangkap aktivitas buang sampah tersebut.

Kadang banyak sampah yang belum selesai terbakar telah hanyut kesungai saat air naik akibat hujan. Sampah yang dibuang sangat beragam dari sampah kering dan basah juga ada.

Tumpukan sampah juga bisa langsung terlihat di pinggir jalan poros Trans Sulawesi di kelurahan Balantang, disana sampah berserakan dan mengeluarkan bau menyengat, seingatnya plang yang bertulis “dilarang buang sampah” juga tak dipedulikan hingga papan peringatan itu hilang dari tempatnya.

Sedangkan lokasi lainnya terletak disebuah kintal kosong antara kantor kecamatan dan kantor kelurahan, tak ada yang tahu, salah satu staff di perkantoran tersebut mengatakan, sampah sampah itu tiba tiba saja ada.

“Kemungkinan besar dibuang saat malam hari, karena sewaktu pulang kantor belum ada, eh paginya sudah banyak sampah dan bekas mobil yang mengangkutnya”, jelasnya.

Tak heran selain bertambahnya titik tumpukan sampah kiriman yang di yakini berasal dari lokasi perusahaan, aliran sungai batui yang sering digunakan warga untuk mandi juga tampak lebih jorok, bantaran mulai dipenuhi kaleng dan bahan bahan lain yang hanyut dari atas.(Irf)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan