NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Fokus

EDITORIAL: Sinyal Kuat Darurat Narkoba di Kota Air

Sabtu, 10 /09/ 2016 14:05:56 10992 Pembaca  

INFO: Rumah tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan mengungkap modus baru penyelundupan narkoba ke dalam penjara. Mafia narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk memasok barang terlarang tersebut
INFO: Rumah tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan mengungkap modus baru penyelundupan narkoba ke dalam penjara. Mafia narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk memasok barang terlarang tersebut

PENGUNGKAPAN sejumlah kasus peredaran Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk, Banggai Sulawesi Tengah oleh petugas Lapas dan Satresnarkoba Polres Banggai, menjadi sinyal paling bertenaga di awal September 2016 yang dikirimkan aparat kepada para pelaku kejahatan narkoba.

Sinyal bahwa saat ini aparat di Kabupaten Banggai masih bersungguh-sungguh memerangi narkoba dan tidak memberikan ruang dengan pelakunya, terutama para bandar dan pengedar narkoba.

Penangkapan dua Napi di Lapas II B Luwuk akibat terlibat langsung kepemilikan Narkoba pada Jumat, 9 September 2016 menjadi catatan penting pihak Lapas dan aparat kepolisian setempat, bahwa sinyal darurat narkoba di kabupaten ini sangat kuat.

BACA : Peredaran Narkoba di Lapas IIB Luwuk Libatkan dua Napi

Darurat Narkoba di Luwuk Banggai yang dijuluki Kota Air ini sangat beralasan, jika kita mau melihat jelujuran jaringan narkoba seakan tak pernah putus, lihat saja di dalam lembaga pemasyarakatan yang di kelilingi tembok setinggi 4 meter dan ada kawat berduri juga terali besi di setiap ruang tahanan peredaran narkoba masih tetap ada.

Memang belum pernah ada data resmi yang di keluarkan Badan Narkotik Kabupaten Banggai tentang jumlah baku pelaku kejahatan narkoba yang mereka ungkap. Namun hal itu  bisa kita ketahui dari sejumlah pemberitaan media massa maupun elektronik.

Saking parahnya sekelas kecamatan pasokan narkoba masih sangat kencang, misalnya Kecamatan Batui hingga Toili Barat yang masih dianggap surga bagi pengedar narkoba. Sedikitnya ada 7 sampai 10 pengedar setiap kecamatan yang terpantau awak media masih membuka peredaran.

Menjadi pertanyaan, butuh waktu berapa lama pihak aparat bisa menyusun strategi mengungkap bandar dan pengedar yang kini sudah masuk kepelosok daerah. Mudah mudahan bisa lebih cepat dan bisa menjangkau wilayah kecamatan yang ada di Banggai.

Tim

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan