NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Internasional

Pasukan Irak Rebut Pangkalan Udara dari ISIS

Senin, 11 /07/ 2016 02:23:45 13863 Pembaca  

 Sabah Nouri, juru bicara untuk unit kontra-terorisme Irak mengatakan setidaknya 38 militan ISIS tewas dalam operasi untuk merebut kembali pangkalan tersebut. (REUTERS/Alaa Al-Marjani)
Sabah Nouri, juru bicara untuk unit kontra-terorisme Irak mengatakan setidaknya 38 militan ISIS tewas dalam operasi untuk merebut kembali pangkalan tersebut. (REUTERS/Alaa Al-Marjani)

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menyatakan, pasukan Irak yang didukung oleh serangan udara AS telah merebut kembali pangkalan pesawat dekat Mosul dari pihak ISIS.

Seperti dilansir CNN, pasukan militer dan kontra-terorisme Irak saat ini dalam proses sweeping pangkalan udara al-Qayyara, sekitar 65 kilometer (40 mil) selatan Mosul, kota terbesar kedua di negara itu.

Sabah Nouri, juru bicara untuk unit kontra-terorisme Irak mengatakan pada stasiun televisi negara Irak, al-Iraqiya TV, setidaknya 38 militan ISIS tewas dalam operasi untuk merebut kembali pangkalan tersebut.

Nouri menambahkan, pasukan juga telah menghancurkan empat truk yang telah dipasang dengan senapan mesin, dan meledakkan lebih dari 100 bom rakitan.

Merebut kembali dan mengamankan al-Qayyarah, salah satu pangkalan udara terbesar di Irak, dipandang sebagai terobosan dalam misi untuk membebaskan wilayah Mosul. Pasalnya, pangkalan dapat digunakan oleh tentara dan koalisi internasional pimpinan AS untuk misi lebih lanjut melawan ISIS di wilayah tersebut.

Hal tersebut juga terjadi hanya beberapa minggu setelah Irak menyatakan telah kembali menguasai penuh Falluja, benteng utama ISIS di negera tersebut, setelah kelompok militan itu kehilangan beberapa wilayah.

"Melarikan diri seperti tikus di padang pasir"

Selain itu, Perdana Menteri Irak meminta agar masyarakat di kota kuno Niniwe untuk mempersiapkan pembebasan desa mereka. Ia mengatakan bahwa pasukannya akan menghilangkan ISIS di Mosul "dengan cara yang sama saat mengusir ISIS di Falluja dimana mereka melarikan diri seperti tikus di padang pasir."

Operasi untuk membebaskan wilayah Mosul, benteng lain ISIS di Irak, telah berjalan beberapa bulan dan melibatkan koordinasi antara militer Irak, pasukan Kurdi dan serangan udara yang dipimpin AS.

Tentara Irak melancarkan operasi pada 18 Juni, bergerak dari provinsi Salahuddin utara, merebut kembali sejumlah desa dan mengiringi perjalanan yang aman bagi sejumlah keluarga yang mengungsi dari rumah mereka.

Sementara, Presiden AS Barack Obama mengatakan pada bulan lalu bahwa pemerintahannya telah "tidak mengesampingkan kemungkinan" mengirim ratusan tentara tambahan ke Irak di akhir tahun ini untuk membantu melatih, memberikan nasihat dan membantu pasukan Irak guna melancarkan serangan potensial pada Mosul.

CNN Indonesia

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan