NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Sunah Rasulullah SAW dalam Merayakan Idul Fitri

Historia Rabu, 06 /07/ 2016 04:13:17 30446 Pembaca  

Ilustrasi
Ilustrasi

Oleh: Fajar Shofari Nugraha

Rasulullah SAW merupakan sosok teladan tiada duanya di muka bumi ini. Kecintaan para sahabat begitu besar kepada beliau. Mereka begitu taat kepada Rasulullah SAW dalam segala aspek kehidupannya. Kedekatan para sahabat kepada Nabi Muhammad SAW membuat rasa cinta mereka semakin mendalam dan ini diaplikasikan dalam amalan perbuatan mereka sehari-hari.

Memang sudah sepatutnya Nabi SAW yang berakhlak sangat mulia dan sebagai manusia pilihan Allah menjadi panutan atau contoh bagi umatnya. Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya,“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang bagimu (yaitu) orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."

Kecintaan para sahabat kepada Rasulullah SAW memang tiada bandingannya. Mereka mengeksperikan dengan melaksanakan perintah beliau dan berusaha meniru apa saja dari perbuatan Rasulullah SAW yang bisa ditiru. Mereka melakukannya setiap hari.

Bahkan, Umar bin Khattab RA berkata ketika ia mencium hajar aswad,“Sesungguhnya aku tahu bahwa kau adalah batu. Kalau bukan karena aku melihat Rasulullah SAW menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu."

Ini bukti begitu jelas terlihat bahwa Umar bin Khattab sangat mencintai Rasulullah SAW dalam setiap amalan yang Rasulullah kerjakan, termasuk mencium hajar aswad.

Perlu kita ketahui kebiasaan Rasulullah SAW dalam merayakan Idul Fitri, sehingga kita bisa mencontoh atau meniru apa-apa yang Rasulullah kerjakan dan amalkan. Salah satunya mandi sebelum berangkat menunaikan salat Idul Fitri sesuai hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata,“ Bahwasanya Nabi SAW mandi pada hari raya Idul FItri dan Idul Adha."

Ketika berangkat salat Idul Fitri, Rasulullah SAW selalu mengenakan pakaian yang paling bagus yang beliau miliki. Jabir bin Abdullah RA berkata,“ Nabi SAW mempunyai jubah yang sangat bagus yang selalu beliau pakai pada hari raya dan hari Jumat." (HR Ibnu Khuzaimah)

Selain itu, disunahkan pula untuk makan dan minum terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat pelaksanaan salat Idul Fitri, namun berpuasa ketika hendak berangkat salat Idul Adha. Sebagaimana riwayat Buraidhah bin Al-Hashib RA, ia berkata,"Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sehingga beliau makan. Dan beliau tidak makan pada hari raya kurban hingga selesai salat." (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata,“Termasuk dari sunah adalah keluar pada hari raya dengan berjalan kaki.” (HR Tirmidzi)

Rasulullah SAW berjalan kaki ketika pergi menuju lapangan tempat salat Idul Fitri dengan membawa tongkat besi di kedua tangannya. Setiba di tempat salat, beliau tancapkan tongkat besi itu dihadapannya sebagai pembatas pelaksanaan salat. Kala itu tempat salat Idul Fitri berupa tanah lapang dan tidak ada tembok, sehingga tongkatlah sebagai pembatasnya. (HR Bukhari dan Ibnu Majah)

Meskipun demikian, para ulama membolehkan naik kendaraan jika lapangan atau masjid tempat dilaksanakannya salat Idul Fitri jauh dari tempat tinggal, karena dikhawatirkan akan terlambat. Namun alangkah baiknya jika tetap berjalan kaki sesuai sunah yang di ajarkan beliau. Semua itu sudah sepatutnya kita tiru dan kita contoh agar kelak mendapatkan ampunan dari Allah SWT karena mengikuti sunah Rasulullah SAW. Wallahu a’lam bisshowab.

Penulis adalah Ustaz Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa).

 

Komentar

#HEADLINE

KontraS Minta Kematian Terduga Teroris Indramayu Diusut
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan