NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Bongkar Paksa Bangunan di KM 5. Budayawan Referensikan Soal Keadilan

Historia Minggu, 26 /06/ 2016 05:33:58 22851 Pembaca  

Umurdin Budahu
Umurdin Budahu

Transsulawesi - Pembongkaran sejumlah bangunan kafe yang sedang tidak beraktifitas di saat bulan ramadhan di sepanjang pantai Km 5 Maahas, Luwuk Banggai memantik keprihatinan tokoh budayawan setempat.

Umurdin Budahu (56), kepada transsulawesi.com sangat menyesalkan hal itu. Menurutnya niat memberangus tempat maksiat sudah tepat, tapi ada cara lain yang lebih arif tanpa harus membongkar dan merusak benda orang lain.

 “Niat pak Lurah sudah tepat, tapi caranya yang salah. Apalagi, saat bulan suci seperti ini marilah saling menjaga dan menghargai milik orang lain,” ujar Umurdin.

BERITA TERKAIT: Soal Kebijakan KM 5, Lurah Maahas di Nilai terlampau Agresif

Lebih lanjut, Umurdin Budahu  mereferensikan adab seorang tokoh Islam Umar Bin Khatab kepada Amr bin Ash gubernur mesir saat itu.

Dalam kisahnya yang di ceriterakan Umurdin,  Amr bin Ash yang menempati istana megah, lengkap dengan berbagai kenikmatan selalu terganggu dengan gubuk kecil dan reyot yang berada tidak jauh dari depan istananya.

Hingga suatu waktu, tutur Umurdin, Amr berpikir untuk menggusur gubuk tersebut menggantinya dengan membangun sebuah masjid agung. Hal itu dimaksudkan supaya terjadi keseimbangan antara istana sebagai refleksi dari kehidupan dunia dan masjid sebagai upaya meraih kebahagiaan akhirat.
 

Kisah Keadilan

Rencanapun berjalan, Amr mendapat informasi jika gubuk reyot di depan istananya adalah milik keluarga Yahudi miskin. Informasi tersebut justru semakin menguatkan keinginan Amr untuk segera meletakkan batu pertama pembangunan masjid.

Esok harinya, Amr memanggil orang Yahudi yang mendiami gubuk ke istana. Sesampainya di Istana, Amr kemudian mengutarakan maksudnya ingin membangun masjid di atas tanah tempat gubuk milik orang Yahudi tersebut. Sebagai imbalannya, Amr bersedia membeli tanah dengan harga yang telah disepakati.

Mendengar rencana itu, orang Yahudi tidak menyanggupi permintaan sang gubernur. Dengan lantang dia menolak untuk menyerahkan tanahnya walau dibayar berpuluh kali lipat.

Sebagai gubernur, Amr tidak mengindahkan keputusan orang Yahudi yang tetap pada pendiriannya. Segera Amr menetapkan surat keputusan untuk membongkar paksa gubuk keluarga Yahudi miskin tersebut. Amr beralasan pembongkaran dilakukan untuk mewujudkan sebuah kemaslahatan yang lebih besar kepada kaum Muslimin Mesir.

Orang Yahudi yang sedang tidur santai di gubuknya kaget begitu melihat dari kejauhan, sejumlah tentara kerajaan berjalan menuju ke arahnya. "Atas perintah gubernur, kami ingin membongkar paksa gubuk kamu untuk dijadikan masjid," kata salah satu prajurit dengan nada tinggi.

Keluarga Yahudi menangis tanpa henti, tanpa daya dia menyaksikan tempat tinggal satu-satunya yang mereka miliki harus dibongkar. Orang Yahudi membayangkan saat-saat bahagia melihat senyum anggota keluarganya akan berakhir hanya dalam hitungan menit.

Di tengah perasaan sedihnya tersebut, tiba-tiba orang Yahudi teringat akan pemimpin tertinggi umat Islam, Khalifah Umar bin Khattab yang berada di Madinah. Tanpa pikir panjang, segera dia berjalan menuju Madinah untuk meminta keadilan atas keputusan Gubernur Amr.

Orang Yahudi langsung bertemu Umar Bin Khatab dan menceritakan permasalahannya. Di akhir pembicaraan, Umar meminta orang Yahudi untuk mengambil sepotong tulang busuk yang berada di tempat sampah tidak jauh dari tempat dia duduk. Dengan keraguan, orang Yahudi menuruti permintaan Umar.

Di tulang busuk itu, Umar kemudian mencabut pedang dari selongsongnya dan menggoreskan garis lurus pada tulang busuk. "Bawalah tulang busuk ini baik-baik ke Mesir dan berikan kepada gubernurmu, Amr bin Ash," kata Umar sambil menyodorkan tulang busuk tersebut kepada orang Yahudi. Dengan perasaan bingung, orang Yahudi hanya menuruti permintaan Umar kemudian kembali ke Mesir.

Setibanya di Mesir, segera dia menyerahkan tulang busuk itu ke Gubernur Amr. Tidak disangka, setelah memegang tulang busuk tersebut dan melihat goresan lurus, tubuh Amr menggigil dan wajahnya berubah menjadi pucat ketakutan. Segera Amr bin Ash memerintahkan anak buahnya untuk menghentikan dan merobohkan masjid yang masih dalam tahap pembangunan.

Begitu herannya orang Yahudi, sebelum masjid dirobohkan, segera dia bertanya kepada Amr untuk menjelaskan maksud dari tulang busuk tersebut.

"Tulang itu berisi ancaman khalifah, yakni Amr bin Ash ingatlah kamu, siapapun kamu dan setinggi apapun jabatanmu, suatu saat nanti kamu menjadi tulang yang busuk. Karena itu bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang tegak lurus, adil di atas dan adil di bawah. Sebab jika tidak, ku tebas batang lehermu," kata Amr bin Ash.

Segera orang Yahudi tersebut tertunduk haru, ia kagum akan sikap kepemimpinan Khalifah Umar dan keadilannya yang tidak pandang bulu. Dengan perasaan ikhlas, orang Yahudi tersebut menginfakkan tanahnya untuk dibangun masjid. Tidak lama kemudian, dia beriman dengan menyatakan diri memeluk Islam.

Sm/Adjie

 

Komentar

#HEADLINE

KontraS Minta Kematian Terduga Teroris Indramayu Diusut
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan