NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Soal Kebijakan KM 5, Lurah Maahas di Nilai terlampau Agresif

Jum'at, 24 /06/ 2016 18:41:58 14444 Pembaca  

Salah seorang petugas Satpol PP sedang mengamati alat berat yang di gunakan untuk melakukan pembongkaran
Salah seorang petugas Satpol PP sedang mengamati alat berat yang di gunakan untuk melakukan pembongkaran

TRANSS, Luwuk - Pemerintah kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk di Banggai Sulawesi Tengah di nilai banyak pihak terlampau agresif  terkait pembongkaran 24 bangunan kafe di sepanjang pantai kilo meter lima (km5).

Pemilik bangunan mengaku tidak mendapat pemberitahuan, sehingga mereka merasa kelabakan dan sangat dirugikan. “ Jangankan bicara ganti rugi, pemberitahuan saja tak ada,” ujar Ana

Renol pemilik bangunan lainnya, mengaku kecewa dengan kebijakan yang diambil lurah setempat yakni Andi Rustam, menurutnya, jika ingin mengubah imej kafe mereka bersedia melakukan itu.

“Jika di suruh di jadikan warung makan atau tempat ngopi, itu bisa saja jangan main bongkar.” Ujarnya.

Tidak hanya pemilik, sejumlah warga maahas turut menyesalkan kebijakan tersebut. Pasalnya, sejauh ini lurah selalu mengatasanamakan warga masyarakat, “padahal hanya segelintir orang saja,” ujar salah satu warga.

BACA TERKAIT: Pemilik Kafe Bereaksi. Bedakan Kilo 5 dengan Kalijodo

Apalagi kata warga itu, tempat bangunan berdirinya ke dua puluh empat kafe bukanlah lahan pemda. “Itu terserah pemilik mau suruh bongkar atau tidak, pemda jangan mengobok obok bagunan di atas hak orang lain.

Secara terpisah, Pemilik lahan, Yop Pok Sin (56) kepada transsulawesi.com mengatakan akan ada upaya hukum terhadap tindakan semena mena yang di lakukan Lurah Maahas.

“Saya sudah melapor ke polres, terkait pengerusakan bangunan di atas lahan saya dan pengancaman,” ungkap Yop.

Lebih disesali, kata Yop, dirinya sudah bertemu tiga kali dengan Lurah Maahas,bahkan dalam pertemuan itu Yop mengaku sudah bersedia berinvestasi untuk membangun pusat belanja dan perlengkapan wisata pantai, dan itu sesuai keinginan pemda untuk stndar estetika RTH,” ujar Yop.

Ab/SF

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan