NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Olah Raga

Ketika Lini Belakang Spanyol Lebih Tajam

Selasa, 14 /06/ 2016 06:19:11 8513 Pembaca  

Susunan pemain timnas Spanyol melawan Republik Ceko. Pelatih Vicente Del Bosque memberikan kesempatan kepada David de Gea dan penyerang Alvaro Morata sebagai starter. (REUTERS/Sergio Perez)
Susunan pemain timnas Spanyol melawan Republik Ceko. Pelatih Vicente Del Bosque memberikan kesempatan kepada David de Gea dan penyerang Alvaro Morata sebagai starter. (REUTERS/Sergio Perez)

Ketika para penyerang Spanyol tampil buruk, seorang bek justru memastikan kemenangan La Furia Roja atas Republik Ceko pada pertandingan Grup D Piala Eropa 2016 di Stadion Municipal, Toulouse, Senin (13/6).

Timnas Spanyol harus susah payah untuk mengalahkan Republik Ceko. Tim besutan Vicente Del Bosque itu harus menunggu hingga menit ke-87 untuk mencetak gol kemenangan lewat sundulan Gerard Pique.

Dengan keunggulan penguasaan bola hingga 67 persen dan percobaan mencapai 15 kali, termasuk delapan on target, Spanyol seharusnya bisa menang lebih dari satu gol atas Ceko. Namun, keputusan Del Bosque memainkan Alvaro Morata sebagai target man gagal membuahkan hasil.

Selain karena kehebatan kiper Petr Cech di babak pertama, Morata juga selalu mendapatkan kawalan ketat dari dua bek tengah Ceko: Tomas Sivok dan Roman Hubnik.

Morata bukanlah tipe penyerang tengah sebagai target man. Penyerang Juventus itu lebih cocok bermain di sayap, banyak berlari memberikan tusukan. Bermain sepanjang 62 menit, Morata hanya melakukan dua shot on target.

Jumlah shot on target yang sama didapat Aritz Aduriz, yang masuk menggantikan Morata. Penyerang Athletic Bilbao itu juga melakukan dua shot on target meski hanya bermain 28 menit.

Lini depan Spanyol di Piala Eropa 2016 terbilang minim pengalaman. Tidak ada penyerang yang memiliki caps lebih dari 10 pertandingan bersama Spanyol. Selain Morata dan Aduriz, Del Bosque memanggil Lucas Vazquez dan Nolito.

Pedro Rodriguez termasuk deretan striker timnas Spanyol. Namun, pemain yang mengoleksi 58 caps itu lebih cenderung menjadi winger.

Beruntung ketika menemui jalan buntu, Spanyol mendapat bantuan koneksi Barcelona. Andres Iniesta, Jordi Alba, dan Sergio Busquets, ditambah dua mantan pemain Azulgrana, Pedro dan Thiago Alcantara, berperan penting dalam gol yang dicetak Pique.

Sejak masuknya Pedro dan Thiago di babak kedua, serangan Spanyol menjadi lebih gencar. Gol Pique pun berawal dari kolaborasi yang apik antara Pedro dan Iniesta di sisi kiri.

Terlepas dari tumpulnya lini depan, Spanyol terlihat cukup impresif di lini tengah dan belakang. David de Gea yang dipercaya menjadi starter ketimbang Iker Casillas, mampu menjawab kepercayaan Del Bosque dengan baik.

Namun, melihat permainan yang ditunjukkan Kroasia ketika mengalahkan Turki, maka Spanyol harus meningkatkan permainannya jika ingin memenangi persaingan juara Grup D.

HAR

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan