NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Historia

Mau Tau, Jembatan Tempat Ngabuburit di Banggai

Jum'at, 10 /06/ 2016 02:20:09 12728 Pembaca  

Jembatan besi di Tohiti Sari
Jembatan besi di Tohiti Sari

Bulan Ramadan, melekat dengan aktivitas ngabuburit. “Ngabuburit” yang merupakan serapan bahasa Sunda, dimaknai sebagai aktivitas menunggu adzan Maghrib.

Untuk mengisi waktu ngabuburit ini, banyak cara dilakukan oleh warga. Dari mulai kajian, aksi sosial, atau sekedar nongkrong di satu tempat.

Banggai, Sulawesi Tengah, Jembatan lintasan sungai bisa menjadi tempat pilihan dadakan menunggu datangnya waktu berbuka. Mau sekedar tempat nongkrong atau sambil mancing ikan air tawar.

Berikut Jembatan yang jadi tempat nongkrong warga saat bulan ramadhan.

  1. Jembatan TOPO

Terletak di desa Tohiti Sari, Kecamatan Toili, trotoar jembatan ini tidak pernah sepi dari pengunjung setianya setiap bulan ramadhan tiba. Menikmati teduhnya air sungai topo yang berwarna cokelat, serta memandangi tumbuhan bakau serta nipah di sepanjang sungai akan membuat pengunjung bisa lebih sabar menunggu waktu berbuka.

“Apalagi sambil mancing, hadew tidak terasa waktu buka,” kata Retno.

Bagi Retno tidak ada tempat lain yang dekat rumah jadi tempat nongkrong di desa Tohiti, melainkan menghabiskan waktu senja di jembatan yang menghubungkan desa Tohiti Sari dan Pandan Wangi.

  1. Jembatan Batui

Tak terlewatkan dikala jelang buka puasa ataupun sesudah salat Subuh, jembatan batui masih menjadi ikon melepas kepenatan atau menanti datangnya waktu berbuka. Jembatan yang dibangun tahun 1982 itu memiliki lebar hingga memungkin tiga mobil bersalipan.

Trotoar dua bagian sisi kiri kanan, bisa menjadi tempat bersila sambil melepas kail ke aliran sungai. Alur sungai yang membelah kecamatan Batui, menjadi favorit sejak dulu kala.

“Tidak ada tempat lain tunggu buka puasa atau jalan jalan pagi sesudah sahur, hanya disini yang asik,” kata Windi yang datang bersama kelompok remaja.

  1. Jembatan Tua Lobu

Mendapat julukan “Old Timber Bridge” atau jembatan kayu tertua, hanya jembatan lobu di kecamatan Lobu yang memberi nuansa VOC Belanda,

Dibangun 1940 oleh pemerintah hindia belanda member artistic unik pada bangunan penghubung ini, saat Ramadhan tiba walau tidak seramai dua jembatan sebelumnya. Jembatan Lobu masih pantas di jadikan tempat nongkrong saat ngabuburit.

Masih banyak jembatan yang ada di tengah pemukiman warga dan ramai. Tapi bicara nyaman dan asik ,untuk ngabuburit hanya ada di tiga jembatan yang telah disebutkan.

SF / IRF

 

Komentar

#HEADLINE

Maruarar Sirait Minta Maaf Tak Undang Anies ke Podium Persija
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan