NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

EKONOMI

Harga Pangan Meroket, Menteri Perdagangan Dicecar DPR

Kamis, 09 /06/ 2016 01:40:45 8736 Pembaca  

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. (Photo: TEMPO/Dhemas Reviyanto)
Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. (Photo: TEMPO/Dhemas Reviyanto)

TRANSS, Jakarta - Menteri Perdagangan Thomas Tri Kasih Lembong di cecar oleh komisi VI DPR pada saat Rapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.

Anggota DPR Dapil Boyolali, Solo dan Sukoharjo, Endang Srikarti Handayani di ruang rapat gedung Nusantara I Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, mempertanyakan harga bahan pokok yang terus naik pada bulan Ramadan ini.

“Dengan harga pangan yang memang sudah luar biasa, tolong jelaskan, apa yang dikerjakan pak Menteri? Sebetulnya bapak ini bekerja untuk rakyat apa membokongi rakyat?” kata anggota DPR Dapil Boyolali, Solo dan Sukoharjo, Endang Srikarti Handayani. Rabu, (8 /6/2016).

Menteri Thomas Lembong menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VI yang membidangi Perindustrian dan Perdagangan. Sebanyak 34 anggota Dewan dari 10 fraksi hadir dalam rapat dengar pendapat ini.

Endang menyoroti harga bahan makanan pokok yang melambung pada bulan Ramadan. Ia juga menyikapi sikap Menteri Lembong yang dianggap sombong oleh masyarakat di daerah pemilihannya. “Pak Menteri ini kurang bijaksana dan sombong sekali,” kata dia. “Selalu membuntuti presiden. Harusnya kan Bapak menjadi yang dibutuhkan rakyat, bukan ngintil presiden.”

Menteri Lembong menjawab akhir-akhir ini ia menghadapi tantangan luar biasa di sektor pangan, terutama terhambatnya distribusi dan ketersediaan pangan. Akibat hambatan itu, harga pangan terus melonjak. “Kalau diperkenankan kami akan menyelesaikan, pasti ini sangat membantu,” kata dia.

Adapula anggota Dewan yang mengkritik pernyataan Menteri Lembong mengenai ‘ekspor orang’.  Anggota dewan itu adalah politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka. Pernyataan Menteri Lembong disampaikan saat menghadiri rapat dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada 1 Juni lalu.  Rieke keberatan statemen yang dibacakan oleh Menteri. Rieke menganggap Menteri Lembong menyamakan orang dengan barang dan lebih dekat maknanya dengan human traficking.

Menteri Lembong dalam forum rapat dengar pendapat itu meralat pernyataannya. Dia meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan dalam pernyataannya mengenai ‘ekspor orang’ itu.

FA

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan