NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Suasana Kondusif Pasca Pertikaian Dua Desa di Batui. Konteksnya bukan SARA

Selasa, 24 /05/ 2016 13:37:30 12688 Pembaca  

Ilutrasi Tawuran
Ilutrasi Tawuran

TRANSS, Banggai - Pasca bentrok dua desa di Kecamatan Batui, sejumlah warga di honbola mengaku trauma, pasalnya 90 persen warga honbola adalah non muslim. Mereka beranggapan warga Lamo yang didominasi muslim bisa mengubah situasi ketika keributan melebar.

Namun demikian, Pjs Kepala Desa Honbola Waris Pettawali menjamin bahwa insiden yang terjadi kemarin malam, Senin (23/05) sama sekali diluar konteks SARA.

“ Hanya persoalan sepele, tidak ada kaitannya dengan suku ataupun agama, dan saya sendiri sebagai kades disini adalah Muslim,” ujar Waris Pettawali yang malam itu mengenakan peci nasional.

Waris Pettawali yang sangat berempati dengan kejadian itu, dirinya tidak meninggalkan lokasi hingga benar benar kondisi bisa aman seratus persen, “ Nanti aman baru saya bisa pulang,” ujar Waris.

Dalam aksi saling serang antara kelompok warga desa Lamo dan Honbola, sedikitnya empat rumah dirusak massa dengan cara dilempari. Yang terparah rumah milik Hasnah warga Honbola yang tidak jauh dari batas desa, rumahnya nyaris terbakar setelah di lempari dengan api dari botol bersumbu.

“Itu kasur saya terbakar, jendela juga rusak. Atap bocor karena lemparan batu, sepertinya mereka lempar pakai botol yang ada sumbunya” kata Hasna sambil menunjukan bagian rumah yang dirusak warga.

Rumah milik Faisal warga Lamo juga tergolong parah, lemparan batu ukuran kepalan tangan orang dewasa menerobos kaca jendela hingga pecah, sejumlah peralatan elktronik printer, computer, dan kipas angin rusak terkena batu.

Faisal kepada transsulawesi.com, mengaku tidak tahu menahu awal musabab penyebab bentrok. “ Saya tidak paham dengan kejadian itu, tapi rumah saya ikut jadi sasaran,” ungkap Faisal menyayangkan kejadian itu.

Rumah lainnya yang dijadikan sasaran adalah kantor konsultan CSR PT. DSLNG yang teletak tak jauh dari rumah Faisal, sama terkena hantaman batu,  dua jendela  kaca pecah.

Malam itu juga Kapolsek Batui, Iptu Velly langsung mengadakan pertemuan dengan menghadirkan perwakilan kedua belah pihak yang bertikai, dijaga puluhan aparat Polisi dan TNI situasi kondusif.

Tampak warga langsung menyalakan lampu penerangan jalan yang sempat dipadamkan oleh dua kelompok yang bertikai.

SF/Irf

 

 

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan