NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

EKONOMI

Bulog Sulteng Target Beli Jagung Petani 1.000 Ton

Kamis, 12 /05/ 2016 01:40:04 12182 Pembaca  

Presiden Jokowi Hadiri Panen Raya Jagung di NTB
Presiden Jokowi Hadiri Panen Raya Jagung di NTB

Palu- Perum Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan akan membeli komoditi jagung produksi petai di daerah itu sebesar 1.000 ton pada 2016.

“Ini baru pertama kali setelah pemerintah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Bulog untuk menangani sekitar 11 komoditi baru termasuk jagung,” kata kepala Perum Bulog Sulteng, Maruf di palu,Rabu (11/5).

Maruf menuturkan, untuk realisasi pembelian komoditi tersebut, Bulog Sulteng bekerjasama dengan salah satu perusahaan swasta yang selama ini menjadi pengumpul jagung di Sulteng, karena Bulog sendiri kata dia, belum memiliki pasar yang dapat menampung hasil pembeliannya.

Diakuinya, hambatan utama yang dihadapi saat ini adalah masih tingginya harga di tingkat petani yakni Rp3.000 per kilogram. Sementara standar harga yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Pertanian sebesar Rp2.750 per kilogram.

Meski harga pasaran masih di atas standar harga yang ditetapkan pemerintah, Maruf berharap ada penurunan harga setelah panen raya sehingga Bulog bisa melakukan pembelian sesuai dengan rencana yang sudah ditargetkan. Harga jagung pipilan di tingkat pengecer di Kota Palu saat ini sekitar 6.000 per kilogram Sementara di tingkat petani sekitar Rp3.000 per kilogram.

Diketahui, produksi jagung di Sulteng selama tiga tahun terakhir terus menunjukan perkembangan yang signifikan. Tahun 2014 lalu, produksi jagung Sulteng mencapai 172.110 ton atau naik 23,58 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya tercatat 139.266 ton.

Peningkatan itu diperoleh dari luas tanam sekitar 39.813 hektare yang tersebar di sembilan sentra produksi jagung, antara lain Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, Tolitoli, Buol, Tojo Una-una, Poso, Banggai dan Morowali.

Bulog Jatim
Di Surabaya, Bulog Jatim hingga hari ini baru mampu menyerap gabah panen petani Jatim dalam wujud beras sebesar 34,11 persen atau sekitar 290.000 ton beras dari target tahun 2016 sebanyak 1.050.000 ton beras. Karenanya, Bulog Jatim akan bekerja keras untuk memenuhi target penyerapan gabah petani guna memperoleh sekitar 65,89 persen beras lagi hingga musim panen Juli mendatang.

“Target pengadaan beras di Jatim 1.050.000 ton. Sampai Mei ini baru terealisasi 289.963 ton atau masih 34,11 persen. Kekurangan yang harus diserap masih 760.037 ton atau 65,89 persen,” ujar Kepala Bulog Divre Jatim Witono yang dikonfirmasi, Selasa (10/5).

Kendati serapan beras dari Bulog Jatim saat ini baru 34,11 persen, namun akhir Juni atau awal Juli mendatang dipastikan serapan beras petani terpenuhi. Ia membenarkan, kendati baru 34,11 persen namun capain tersebut sudah lebih tinggi dari pengadaan beras secara nasional yang masih dibawah 30 persen.

Guna mempercepat serapan gabah kering giling (GKG) dari petani, Bulog Jatim menurut dia telah menurunkan tim terpadu ke kabupaten dan kota yang sebagian besar adalah gudang (penghasil) beras. “Untuk semester pertama tahun ini, kami optimis mampu menyerap gabah beras sekitar 60-70 persen,” ujar Witono sambil membenarkan, untuk harga pembelian gabah petani tetap sesuai HPP (harga patokan pemerintah) yang ditetapkan pemerintah.

Suara Pembaruan

 

Komentar

#HEADLINE

Uniknya Proses Penyelamatan Hiu Tutul di Sombori
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan