NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Sepenggal Kisah “Lobu Timber Bridge”

Sabtu, 07 /05/ 2016 12:44:54 23490 Pembaca  

Jembatan Kayu Lobu atau Lobu Timber Bridge di bangun sejak tahun 1940 dan resmi digunakan dua tahun kemudian di tahun 1942
Jembatan Kayu Lobu atau Lobu Timber Bridge di bangun sejak tahun 1940 dan resmi digunakan dua tahun kemudian di tahun 1942

TRANSS, Banggai - Jembatan Kayu Lobu atau Lobu Timber Bridge di bangun sejak tahun 1940 dan resmi digunakan dua tahun kemudian di tahun 1942 oleh pemerintah belanda yang masih bercokol di Banggai, Sulawesi Tengah.

Dari sumber warga setempat yang dihimpun Transs, sang desainer jembatan adalah orang Belanda, serta mandornya berasal dari Manado. Seluruh pekerja berasal dari kampung-kampung terdekat. Uniknya jembatan ini berbahan baku kayu yang berasal dari dari hutan tropis di hulu Sungai Lobu.

Sejumput kisah perjuangan perang kemerdekaan, Lobu Timber Bridge jadi akses utama yang dilalui konvoi Laskar Merah Putih (LMP) dari Lobu menuju Bunta. Tujuannya untuk menjemput Komandan Laskar Merah Putih dari Gorontalo, Nani Wartabone.

Setelah bergabung dengan laskar pejuang kemerdekaan LMP, pimpinan Nani Wartabone, tahun 1943 di tepi pantai Lobu, masyarakat dari sepanjang Sungai Lobu mengibarkan bendera Merah Putih, atau lebih awal dari pengibaran bendera sang saka di hari proklamasi, 17 Agustus 1945. [SF/Adjie]

 

BACA JUGA : Jerat Korupsi dari Sungai Lobu, Jaksa Rutin Panggil Pegawai berseragam Keki

 

Komentar

#HEADLINE

PHE dan Medco E&P Indonesia Tandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dengan PLN
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan