NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Aksi Korporasi

Warga Rutin Demo Akibat Kecewa, Bisa Hambat Proyek Banggai Amoniak Plan

Senin, 25 /04/ 2016 21:36:13 20890 Pembaca  

Menurut Ulan Gustian Pettasiri, apa yang dilakukan warga honbola dalam aksi tadi siang (25/04/2016) adalah ritme tuntutan yang sama dilakukan oleh kelompok warga lainnya, dimana berbagai hal yang telah di sepakati antara warga dan korporasi sebelumnya, banyak yang tidak sesuai mekanisme
Menurut Ulan Gustian Pettasiri, apa yang dilakukan warga honbola dalam aksi tadi siang (25/04/2016) adalah ritme tuntutan yang sama dilakukan oleh kelompok warga lainnya, dimana berbagai hal yang telah di sepakati antara warga dan korporasi sebelumnya, banyak yang tidak sesuai mekanisme

TRANSS, Banggai – Pelaksana utama pengerjaan pabrik amoniak milik PT. Panca Amara Utama yang dikerjakan main kontraktor PT. Rekaysa Industri  di wilayah Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai menuai banyak kecaman warga.

Mulai dari perekrutan karyawan hingga tanggung jawab sosial atas dampak yang di timbulkan mega proyek tersebut. Ulan Gustian  tokoh muda Batui menyebut hal itu sangat miris diterima warga sekitar.

“Mulai pra konstruksi hingga tahapan kedua konstruksi, belum ada satu pun kebijakan positif yang di laksanakan pihak korporasi, bahkan soal tenaga kerja dan peluang untuk berusaha terkesan makin rancu,” Kata Ulan kepada Transs, Senin (25/04).

Menurut Ulan Gustian pula, apa yang dilakukan warga honbola dalam aksi tadi siang adalah ritme tuntutan yang sama dilakukan oleh kelompok warga lainnya, dimana berbagai hal yang telah di sepakati antara warga dan korporasi sebelumnya, banyak yang tidak sesua mekanisme yang telah di sepakati antara pihak pemerintah, para tokoh agama, masyarakat dan pemrakarsa dari pihak PAU itu sendiri.

“Semua tuntutan berkutat pada soal kesempatan mendapat pekerjaan dan pemberdayaan pengusaha lokal, dan ini tidak berhenti. Bisa saja usai lamo, desa honbola kemudian yang demo desa Uso lagi,” ujarnya.

Adapun  bentukan fasilitator yang di sebut sebagai wadah untuk penjaringan tenaga kerja di tingkat lokal sebagai skala prioritas, sesuai tahapan sosialisasi awal pada kenyataannya, hanya menjadi ruang pembatas.  

“Dan cenderung lebih menyulitkan pencaker (pencari kerja) lokal untuk ikut berkonstribusi dalam project Banggai Amoniak Plan (BAP).” Jelas Ulan Gustian [SF]

 

BACA JUGA :Pendemo PT PAU Hadang Karyawan Agar Tak Masuk Kerja

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan