NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

EKONOMI

Persaingan Ketat, Penjualan Semen Turun di Awal Tahun

Jum'at, 22 /04/ 2016 13:24:21 8519 Pembaca  

Bongkar muat semen di pelabuhan
Bongkar muat semen di pelabuhan

Jakarta -Meski pemerintah banyak mengebut proyek-proyek infrastruktur, penjualan semen dari PT Semen Indonesia malah mengalami penurunan 2,4% pada awal tahun ini. Hal itu terjadi karena terjadi over supply semen setelah sejumlah pemain masuk ke Indonesia.

Penjualan kami minus sampai sekitar 2%. Itu berkurang share-nya karena ada pemain asing baru yang terdaftar. Tapi secara umum penjualan kami masih flat," kata Suparni ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Dalam laporan kinerja Semen Indonesia sendiri, penjualan pada bulan Januari-Februari turun 2,4% atau sebesar 4 juta ton, sementara pada periode yang sama tahun 2015 Semen Indonesia membukukan penjualan sebesar 4,1 juta ton.

Meski ada pemain baru dari luar, lanjut Suparni, pihaknya optimis penjualan semen tetap akan tumbuh 5% tahun ini, mengingat Semen Indonesia memiliki sejumlah keuntungan dengan basis produksi dan distribusi yang lebih kuat.

"Pemain asing baru produksi tahun ini. Kalau kita dalam persaingan kita internal kita lakukan efisiensi distribusi dan sebagainya. Penguatan jaringan angkutan, fasilitas pengantongan kita juga paling siap, kita juga punya sekian banyak pelabuhan di tempat-tempat yang tidak ada pabrik kita. Selain itu ada 26 tempat pengantongan semen dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.

Suparni menuturkan, meski pemain asing mulai agresif, bertambahnya produksi dengan selesainya 2 pabrik baru di Rembang dan Indarung dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton setahun, juga masih bisa diserap dari pasar ASEAN yang penjualannya juga mengalami pertumbuhan.

"Kami kembangkan ekspor yang banyak ke Vietnam dan Filipina. Pasar Filipina masih terbuka lebar, sehingga kami masih kekurangan. Kaya di Filipina semen akhirnya kita tambah dari pabrik kita di Makassar, kemudian ada lagi Timor Leste yang jadi pasar tradisional kita," tutupnya.

(feb/detikfinance)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan