NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Distan Banggai Ngaku Baru Tau Soal Kelangkaan Pupuk

Selasa, 29 /03/ 2016 15:00:43 8011 Pembaca  

Roni yang di duga mendapat pupuk dalam jumlah lebih, saat di mintai keterangan TNI Kodim 1308 Kabupaten Banggai
Roni yang di duga mendapat pupuk dalam jumlah lebih, saat di mintai keterangan TNI Kodim 1308 Kabupaten Banggai

TRANSS, Luwuk – SKPD Dinas Pertanian (Distan) Banggai, Sulawesi Tengah diminta bertanggung jawab terkait kelangkaan pupuk yang tersalur di sejumlah wilayah pertanian di daerah ini. Dugaan lemahnya pengawasan pihak dinas sehingga pupuk hilang di pasaran.

Belum lama ini salah satu pengecer pupuk di wilayah kecamatan Moilong dan Toili secara terbuka menyambangi kantor DPRD Banggai, untuk menyampaikan keluhannya terkait sejumlah kejanggalan yang didapati dalam proses pendistribusian pupuk.

Paling mencuat yakni, salah satu distributor yang telah dibekukan ijinnya oleh Dinas Pertanian per 1 Januari 2016, ternyata masih menyalurkan pupuk dari gudang. Bahkan, dari ijin sebelumnya yang hanya diberikan 100 ton, distributor tanpa izin ini kembali mendistribusikan sebanyak 600 ton pupuk pada pertengahan januari. 

“Sampai Januari kemarin mereka masih melakukan pendistribusian pupuk, padahal ijinnya sudah dibekukan sejak tanggal 1 Januari 2016 dan bahkan menyalurkan pupuk dengan jumlah yang lebih besar.” Ungkap sumber, Jumat (4/3).

Hingga akhirnya pihak DPRD mengundang dinas pertanian setempat untuk memberikan penjelasan, alih alih melalui perwakilannya dinas pertanian mengaku baru mengetahui soal kelangkaan pupuk yang terjadi.

Jawaban yang terkesan tidak tahu, membuat salah satu Anggota DPRD Banggai, Muh Djufri Diko mengungkapkan kekecewannya pada dinas pertanian “Ini bentuk kurang pro aktifnya Dinas Pertanian,” kata Djufri pada pekan lalu.

Kembali Djufri menekankan, agar Dinas Pertanian dapat melakukan pengawasan dengan baik dengan maksud tujuan, agar hasil produksi pertanian atau perkebunan bisa lebih meningkat. “Kedepan Dinas Pertanian harus mengevaluasi kinerja untuk memaksimalkan pendistribusian pupuk. Walaupun kuota pupuk sedikit tapi dari jumlah yang sedikit itulah dimaksimalkan pembagiannya untuk meminimalisir kelangkaan,” Ungkapnya.

Menurutnya pula soal kelangkaan pupuk bukan hal yang sepele, karena soal pangan adalah keburuhan yang primer, “ini bukan persoalan main-main, jadi hearing selanjutnya harus kepala dinas langsung yang hadir,” kata Djufri Diko. [SF]

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan