NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Sinyal Getir BPK, Segmen Kembar Simpong Bubung Bermasalah

Sabtu, 26 /03/ 2016 12:53:42 7981 Pembaca  

Ilustrasi/Transs
Ilustrasi/Transs

TRANSS, Banggai - Penyusunan dokumen perencanaan studi kelayakan pengembangan kawasan pesisir Kota Luwuk Segmen Simpong – Bubung telah dilakukan pemerintah daerah Banggai, Sulawesi Tengah pada tahun 2014 lalu dengan memanfaatkan  dana APBD. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai ratusan juta rupiah untuk per satu segmen.

Dua segmen terbagi dalam perencanaan studi kawasan pesisir ini, segmen Simpong dan segmen Bubung. Lelang terpisah dalam project kembar pun dilakukan oleh ULP Banggai.  

Sekalipun beberapa pihak pesimis atas keberlanjutan perencanaan studi kelayakan tersebut, namun lelang tetap berjalan. Ada 19 peminat bersaing untuk mendapatkan segmen simpong dengan nomor lelang 445456, dua diantaranya bersaing ketat,  tapi bintang tetap pada PT. Nadjamurti Perkasa yang disusul Abad Dua Satu Engineering Consultant yang harus rela melepas pekerjaan  senilai  693. 000.000,00.

Sedangkan segmen bubung yang bernilai Rp 683.000.000,00 dengan nomor lelang 444456 di ikuti 12 peminat memposisikan bintang pemenang pada  CV. Media Spasial.

Lelang dan pemenang telah usai, juga telah selesai dikerjakan. Progres menjadikan kota Luwuk sebagai kota Waterfront masih menunggu investor yang berminat.

Kepala Bidang Tata Ruang, Dinas Perumahan Tata Ruang dan Kota (Dispetarung Kota), Christian mengakui, penyusunan dokumen perencanaan segmen Bubung-Simpong telah selesai dikerjakan. Namun pelaksanaannya tergantung dengan minat investor.

“Dokumen perencanaan sudah ada, tapi pelaksanaannya belum bisa tahun ini. Dengan perencanaan itu diharapkan ada investor yang berminat dan mau melaksanakan pembangunannya”.

“Kita ini ibaratnya menawarkan melalui dokumen perencanaan, sehingga kita menunggu investor yang melamar,” kata Christian seperti yang dikutip online sultengpost.com.

Dua tahun berlalu, proyek studi kelayakan pengembangan kawasan pesisir Kota Luwuk mulai menjadi skandal yang di sedang ditindak lanjuti pihak penyidik.

BACA :Skandal Segmen Kembar Simpong Bubung

 

Mulai dugaan penyimpangan pada proses kerja dengan cara yang tidak layak atau jiplak tanpa riset, menyusul dugaan nonprocedural teknis, dimana pihak Unit Layanan Pengadaan atau ULP terkesan mengarahkan siapa pemenang tender.

Kini Polres Banggai memastikan dugaan korupsi yang terjadi dalam proyek penyusunan master plan dan studi kelayakan itu pada dua segmen sekaligus, Bubung–Simpong. Adapun penanganan kepolisian adalah merupakan pelimpahan temuan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) Provinsi Sulawesi Tengah dari audit hasil Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Babakan baru dimulai pemeriksaan saksi pada Rabu (23/3), dari Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) kembali diundang untuk menjalani pemeriksaan.

“Belum ada penetapan tersangka, tapi kita sudah meningkatkan kasusnya ke tingkat penyidikan,” terang penyidik, ditemui usai pemeriksaan saksi.

[Saiful Yamin]

 

Komentar

#HEADLINE

Maruarar Sirait Minta Maaf Tak Undang Anies ke Podium Persija
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan