NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Fokus

Sambut GMT, Persiapan Dinas Pariwisata Banggai Tidak Maksimal

Rabu, 09 /03/ 2016 19:59:43 7127 Pembaca  

Jelang Gerhana Matahari Total di Pulau Dua (Photo : Muhajir)
Jelang Gerhana Matahari Total di Pulau Dua (Photo : Muhajir)

Banggai - Sandang wilayah terlama fenomena Gerhana Matahari Total (GMT), dengan durasi 2 menit 50 detik, pelaksanaan Festival GMT 9 Maret 2016, di Kabupaten Banggai, bukan jaminan sebagai magnet kuat untuk menarik wisatawan asing. Luwuk harus berlapang dada setelah Kota Palu dan daerah lainnya menjadi pusat perhatian nasional dalam fenomena GMT.

Tidak maksimalnya persiapan festival GMT Dinas Pariwisata yang di pusatkan di “Pulau Dua” menyebabkan fenomena GMT di Banggai kurang mampu menarik wisatawan asing.

Salah seorang wisatawan lokal asal Palu, Kiky, mengatakan “suasana disini biasa biasa saja, kalau di palu dua minggu sebelumnya sudah rame, kacamata gerhana saja sudah ramai di jual di palu, kalau disini susah dapatnya.”

Promosi wisata kabupaten Banggai menyambut momen besar seperti fenomena GMT sangat minim, persiapan yang dilakukan terkesan dadakan.

Saat perjalanan menuju festival GMT Dinas Pariwisata yang di pusatkan di “Pulau Dua’, petunjuk arah jalan menuju lokasi sangat minim. Nampak, dua buah penunjuk arah jalan, begitu sederhana tertulis tangan di sebuah papan kayu. Begitu juga umbul umbul yang hanya terpasang di lokasi festival.

Wisatawan lokal yang ikut meramaikan saat malam festival menyambut GMT, Selasa, (08/03/2016), cukup memprihatinkan. Nampak, wisatawan lokal terlantar di tiga desa, Kampangar, Kuntang dan Pulau Dua. Dari hasil pantauan, tidak ada titik yang di tentukan untuk perkemahan atau peristrahatan para wisatawan lokal. Sehingga, banyak yang berpencar untuk mencari tempat berkemah sendiri.

Untuk mendapatkan sudut pandang terbaik pesona Pulau Dua, wisatawan harus naik ke “Puncak Kampangar”. Di tempat ini, pengunjung bisa melihat dengan jelas dari ketinggian. Namun, pengunjung perlu berhati hati, karena menuju bukit ini cukup terjal dan berliku. Tidak ada jalan tangga yang disiapkan, hanya jalan setapak seadanya.

Tidak tersentralisasinya penyelenggaraan festival sambut GMT juga menjadi salah satu faktor festival GMT tidak begitu bergairah. Festival GMT terbagi pada dua tempat yang berbeda, yakni Pulau Dua dan Teluk Lalong.

Untuk di kota Luwuk sendiri, warga lebih memilih menyaksikan GMT di tempat masing masing ketimbang harus pergi ke tempat festival lalong.

Kabupaten Banggai menyimpan sejuta tempat yang mempunyai pesona tersendiri, namun, tanpa campur tangan pemerintah terkait yang serius menanganinya, hanya akan menjadi cerita saja. [Adjie]

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan