NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Menginjak Pasir Hitam Pandanwangi

Travel Rabu, 24 /02/ 2016 11:40:03 74456 Pembaca  

Pengunjung Tengah Asik Menikmati Suasana Pantai Pandanwangi Dengan Pasir Hitam
Pengunjung Tengah Asik Menikmati Suasana Pantai Pandanwangi Dengan Pasir Hitam

Anak – anak kecil terlihat tanpa lelahnya berlarian di tepi pantai tertawa riang. Dua anak kecil lainnya bersemangat mengajak ayah mereka untuk menemani mandi di bawah terpaan ombak pantai. Tampak mereka sedang asik menikmati suasana pantai di bawah rindangnya pohon ketapang. Siliran angin di bawah cakrawala yang sedang cerah membuat mereka tak ingin cepat meninggalkan pantai.

Tapak tilas mungil anak kecil di atas pasir hitam pantai menjadi saksi tempat ini sedang ramai dikunjungi. Pantai dengan pemandangan pasir hitam yang membentang luas sejauh mata memandang, menawarkan pesona tersendiri dengan pantai lainnya di daerah Kabupaten Banggai.

Untuk mencapai tempat ini, saya membutuhkan dua jam perjalanan dari Kota Air Luwuk Banggai untuk menuju Desa Pandanwangi, Kecamatan Toili Barat. Sepanjang perjalanan, saat melongok di kaca mobil, di tepian jalan, hamparan sawah yang luas di daerah yang dijuluki “Lumbung Padi”, menjadi pemandangan hijau saat perjalanan menuju pasir hitam.

Sesampai di tempat tujuan, rasa lelah selama perjalanan terbayar, saung beratapkan daun sagu, berderet rapi menjadi tempat peristerahatan. Pemilik saung dengan ramahnya menawarkan menu kuliner tradisional yang menjawab suara keroncongan dari perut saya saat dalam perjalanan. Tiupan angin yang lembut dikala raja siang sedang tergelincir menuju barat, membuat saya ingin segera menginjakkan kaki di atas pasir hitam pantai pandanwangi setelah menyelesaikan kuliner ikan bakar khas pandanwangi.

Terlihat sebuah keluarga kecil tengah asik bercanda tawa, sambil sesekali mengabadikan kebersamaan mereka dengan kamera di saung sebelah kami. “Tempat ini punya kenangan saya dengan istri saya”. Kata Rusdin, yang datang jauh – jauh dari Kota Luwuk sambil tersenyum malu. Dengan wajah memerah terlihat istrinya terdiam sejenak mengingat kenangan berlalu.

Deburan ombak kencang dibulan Januari hingga Februari, membuat laut menggulung gelombang putih di ujung pantai tak hentinya. Tanpa merencanakannya, saya tak bisa menahan godaan untuk mandi di laut berteman dengan terpaan ombak sore itu. Tak ingin kalah dengan anak – anak kecil disebelah saya yang sedang asik berenang di bantu pelampung ban dalam bekas, saya memutuskan untuk berenang menjauh menuju kedalaman laut pandanwangi. Dengan ombak yang tak hentinya, seolah mereka membantu saya untuk pulang kembali menuju kembali tepian.

Pantai yang berada di ketiak pulau Sulawesi patut menjadi destinasi untuk para pencari tempat wisata di manapun berada. Rindangnya daun ketapang yang sedang menari karena tiupan angin laut kala itu, menjadi momen yang tak terlupakan kala duduk di saung beratap sagu sambil menatap luasnya laut pandanwangi. [Muhajir]


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan