NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Internasional

Iran Jajaki Pemimpin Besar Baru Penerus Khamenei

Senin, 14 /12/ 2015 01:50:52 8624 Pembaca  

Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (AFP)
Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (AFP)

Teheran - Sebuah komite di Iran tengah menjajaki kandidat-kandidat potensial untuk menjadi Pemimpin Besar berikutnya, menurut mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani, Minggu (13/12), dalam pernyataan yang mengakhiri ketabuan membahas suksesi di Republik Islam itu.

Bahkan meskipun Ayatollah Ali Khamenei, 75, menjalani operasi kanker prostat tahun lalu, diskusi publik tentang siapa penggantinya tak mendapat tempat resmi karena berisiko dianggap merendahkan tokoh paling berkuasa di Iran tersebut.

Namun pada Februari nanti akan dilakukan pemilihan anggota Dewan Pakar, yaitu badan beranggotakan para pemuka agama yang bertugas menunjuk Pemimpin Besar, sehingga mulai muncul diskusi ini.

Presiden Hassan Rouhani yang dikenal moderat dan sekutunya berharap bisa makin meningkatkan popularitas yang sudah mereka dapat sebelumnya lewat kesepakatan program nuklir bersama negara-negara besar yang bisa menghapus sanksi internasional atas Iran selama ini. Mereka juga berharap bisa memenangi mayoritas kursi di Dewan Pakar dan pemilu legislatif yang akan digelar di hari yang sama.

"Dewan Pakar akan bertindak ketika seorang pemimpin baru perlu ditunjuk. Mereka sedang mempersiapkan hal itu sekarang dan tengah menjajaki opsi-opsi yang ada," kata Rafsanjani, salah satu sekutu Rouhani, seperti dikutip Kantor Berita ILNA.

"Mereka sudah menunjuk satu kelompok untuk mendaftar orang-orang yang memenuhi kualifikasi yang akan memberikan suara ketika terjadi insiden," tambahnya.

Dewan Pakar yang beranggotakan 82 ulama bertugas memilih, mengawasi dan bahkan mendiskualifikasi Pemimpin Besar.

Dewan ini dipilih oleh rakyat sekitar 10 tahun sekali dan komentar Rafsanjani itu bisa jadi ditujukan untuk mengumpulkan dukungan publik bagi diadakannya pemilihan dan sekutu-sekutunya agar bisa punya kewenangan lebih besar untuk memilih pemimpin baru.

Dalam satu dekade terakhir, kaum konservatif mendapatkan lebih banyak kursi di Dewan Pakar dan parlemen, karena semua kandidat diseleksi oleh Dewan Garda, yang anggotanya dipilih langsung atau tidak langsung oleh Pemimpin Besar untuk mengintepretasikan konstitusi.

Pemimpin Besar adalah kepala staf tertinggi angkatan bersenjata dan berhak menunjuk para pemimpin lembaga-lembaga hukum. Jabatan menteri-menteri yang penting diseleksi atas persetujuannya, dan dia juga pemberi keputusan akhir dalam kebijakan luar negeri dan program nuklir. Sebagai perbandingan, kekuasaan presiden jauh lebih kecil.

Khamenei adalah Pemimpin Besar kedua yang dimiliki Iran, terpilih pada 1989 setelah Ayatollah Khomeini wafat.

Rafsanjani juga mengatakan Dewan Pakar terbuka untuk membentuk sebuah "dewan pemimpin jika perlu", bukan seorang Ayatollah yang berkuasa selama hidup.

Rouhani dan Rafsanjani merupakan anggota Dewan Pakar dan diduga akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan.

Pekan lalu, Hassan Khomeini, cucu Ayatollah Khomeini, mengumumkan akan mencalonkan diri di Dewan Pakar. Hassan, juga sekutu Hashemi dan and Rouhani, akan menjadi keluarga Khomeini pertama yang mengikuti pemilihan.

Heru Andriyanto/HA

Reuters

 

 

Komentar

#HEADLINE

Uniknya Proses Penyelamatan Hiu Tutul di Sombori
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan