NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Tawuran Pecah di Manado, Satu Warga Diduga Penyerang Ditembak Polisi

Peristiwa Minggu, 13 /12/ 2015 00:51:14 11667 Pembaca  

Wanea, MANADO - Peristiwa penembakan terjadi di Kampung Baru Kelurahan Teling Atas Kecamatan Wanea Manado. Seorang anggota polisi berinisial Bripka JA, menembak seorang warga hingga kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit, Sabtu (12/12/2015) dini hari.

Korban tembak bernama Marco Andreas Marentek (17), warga Kelurahan Teling Atas Lingkungan V Kecamatan Wanea. Korban mengalami luka tembak di perut bagian kiri dan kaki kanan.

Peristiwa berawal dari aksi sekelompok anak muda lingkungan V yang melakukan penyerangan ke lingkungan IV sejak Jumat (11/12) malam. Pertikaian pun pecah di perbatasan kedua lingkungan yang sudah dipalang dengan bambu itu.

Anggota Polsek Wanea kemudian melakukan penyisiran bersama Tim Paniki Polresta Manado terhadap pelaku penyerangan. Namun polisi hanya menemukan sekelompok anak muda dari lingkungan IV. Meski bersikeras hanya berjaga-jaga, para pemuda itu tetap digiring ke Mapolresta Manado untuk dimintai keterangan dan diberikan pembinaan.

Menjelang Sabtu (12/12/2015) dini hari, penyerangan kembali terjadi sekitar pukul 03.15 WITA. Tim Paniki kembali lagi melakukan penyisiran setelah mendapatkan nama dan identitas korban yang menjadi dalang aksi penyerangan itu.

Saat penyisiran mencari lokasi persembunyian para pelaku penyerangan, di pertigaan jalan menurun ke Kampung Lembah, korban tiba-tiba muncul seorang pemuda dari lokasi persembunyian sambil memegang pisau badik dan menyerang Bripka JA.

Bripka JA yang diteriaki warga, langsung refleks bergerak menghindar dan mencabut pistolnya dan menembak korban. Tembakan pertama tidak membuat korban berhenti dan terus menyerang, hingga pistol Bripka JA kembali menyalak untuk kedua kali.

Korban akhirnya menyerah dan berusaha melarikan diri dengan langkah terpincang-pincang. Tapi hanya beberapa meter, dia terjatuh. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit setelah mengetahui adanya luka tembak yang bersarang di tubuhnya.

Informasi yang beredar, korban melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau badik kepada Bripka JA. Saat itu, anggota Tim Paniki Polresta Manado sedang melakukan penyisiran di lokasi penyerangan yang dilakukan sekelompok anak muda.

Bripka JA lalu menembak korban dua kali dan mengenai perut bagian kiri serta kaki kanan. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara karena luka yang dialaminya cukup parah.

Foto: Korban (istimewa)

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana saat dikonfirmasi melalui nomor ponselnya, membenarkan adanya penembakan itu. Anggotanya terpaksa menembak karena dalam keadaan terancam nyawanya.

"Dia (korban) dalam keadaan mabuk dan menyerang pakai pisau badik, anggota saya menghindar dan kemudian menembaknya," ujar Permana, Sabtu (12/12/2015) malam.

Penembakan itu sendiri katanya, disaksikan oleh banyak warga yang memang terjaga akibat penyerangan yang dilakukan kelompok korban. Dia menyebut anggotanya telah bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

"Korban memang buron pada beberapa kasus penganiayaan, pengrusakan dan kepemilikan senjata tajam (sajam) yang dilaporkan warga setempat ke Polsek Wanea," tandas Permana. 
(miq/bal)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan